SuaraBali.id - Proses pemantauan hilangnya kapal ikan KM Sanjaya 86 dihentikan oleh Basarnas Bali.
Kapal ini dilaporkan hilang kontak di Selat Bali dan sampai saat ini tak kunjung ditemukan.
Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal yang hendak melaut ke zona penangkapan ikan tersebut.
“Komunikasi saya terakhir pada hari ini, KM Sanjaya 18 maupun KM Sanjaya 98 masih melakukan pencarian. Apabila nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal, dimungkinkan untuk kembali melaksanakan pemantauan,” kata dia selasa (8/1/2023).
Awalnya, KM Sanjaya 86 dilaporkan hilang kontak oleh agen kapal yaitu PT Sentral Benoa Utama pada Sabtu (22/7).
Saat itu mereka mengirim pesan singkat yang mengatakan kapal ikan tersebut mengalami kebocoran, namun dalam perkembangannya pihak agen menyatakan kapal dihantam gelombang.
Surat persetujuan layar yang diajukan oleh nakhodanya telah disetujui syahbandar di pelabuhan perikanan untuk bertolak dari Pelabuhan Benoa pada Kamis (20/7) pukul 16.30 Wita, sehingga paling lambat 24 jam setelah izin keluar, kapal harus meninggalkan pelabuhan.
Basarnas Bali pun berkoordinasi dengan VTS Benoa untuk mengumumkan adanya kapal ikan hilang kontak di sekitar Selat Bali sembari menggali informasi dari SROP, syahbandar, Polair, dan KSOP.
Selama pencarian kondisi cuaca tidak begitu bersahabat, bahkan BMKG menyatakan wilayah tersebut gelombangnya tinggi mencapai 2,5-4 meter.
Baca Juga: Di Buleleng, Sampah Plastik Bisa Ditukar Dengan Ayam
Tak bekerja sendirian, PT Sentral Benoa Utama juga menurunkan KM Sanjaya 18 dan KM Sanjaya 98 serta pemantauan udara dengan menggunakan Fly Bali.
“Namun, upaya tersebut hasilnya masih nihil, tidak terlihat ada puing-puing kapal, barang-barang yang mudah mengapung ataupun ceceran bahan bakar,” ujar Sidakarya.
Kemudian, Basarnas Bali membuka komunikasi kembali dengan VTS Benoa, Basarnas Surabaya, Basarnas Mataram, namun tetap tidak mendapat titik terang hingga 10 hari berlalu.
Selama proses berlangsung, Basarnas Bali mengaku telah berupaya maksimal bersama unsur lainnya dalam usaha menemukan kapal ikan dengan 16 orang di dalamnya itu.
"Untuk saat ini kami belum bisa menggerakkan KN SAR Arjuna 229, karena masih dalam kondisi perbaikan, sehingga kami maksimalkan koordinasi dengan unsur SAR lainnya, juga Basarnas Pusat untuk memperkirakan kemungkinan lokasi-lokasi terduga," kata Sidakarya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United
-
Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan
-
Intip Fasilitas dan Tarif Menginap di The Ululani Bali, Lokasi Syuting Sinetron Terikat Janji
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!