SuaraBali.id - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Monique Sutherland mengaku mendapat pengalaman tak mengenakkan saat berlibur ke Bali.
Pasalnya, ia mengaku dedenda sebesar AUD1.500 atau sekitar Rp15,2 juta, gara-gara paspornya kotor.
Daily Mail melansir bahwa hal ini terjadi di saat check-in di konter Batik Air di Bandara Tullamarine di Melbourne, Australia.
Menurut Monique Sutherland, ia diminta menandatangani formulir biru tambahan karena paspornya yang sudah berusia tujuh tahun sedikit kotor.
Saat berada di Imigrasi Bali ia menyerahkan formulir biru tambahan itu, Monique Sutherland kemudian dibawa ke ruang interogasi oleh petugas.
"Saya ditanya apakah saya sendirian, dan apakah saya seorang traveler biasa (yang sebenarnya bukan). Lalu saya dibawa ke ruang interogasi kecil," ujar Sutherland.
Ia mengakui ditanyai oleh para pejabat di sana.
"Para pejabat terus keluar dan masuk dan menanyai saya selama lebih dari satu jam," tambahnya.
Ia sempat ketakutan karena ketika para petugas itu tertawa dan berbicara dalam Bahasa Indonesia bahwa dia terancam dideportasi karena masuk ke Indonesia dengan paspor yang rusak.
Baca Juga: Kapal Pinisi di Labuan Bajo Patah Kemudi, Kondisi 17 Penumpang Belum Jelas
Kemudian petugas tersebut menawarkan solusi agar tak dideportasi dengan membayar AUD 1.500 atau sekitar Rp15,2 juta.
Sutherland pun menolaknya karena merasa paspornya tak bermasalah dan terbukti saat ia berangkat dari Australia.
"Tapi, paspor saya benar-benar diterima dan sudah dicap untuk masuk visa, dan baru setelah saya menyerahkan formulir biru yang saya ambil," bebernya.
Lalu, petugas imigrasi itu kemudian beralih menanyai ibunda Sutherland dengan mengatakan tidak akan mengembalikan paspor apabila denda itu tidak dibayar.
"Mereka mendekati ibu saya yang ketakutan dan meyakinkannya untuk membayar. Mereka juga mengatakan jika tidak membayar, saya tidak akan mendapatkan paspor saya kembali," tuturnya.
Sutherland pun terpaksa membayar dendanya hingga ibu dan anak tersebut dikawal ke luar bandara tanpa interogasi lanjutan.
Berita Terkait
-
Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia
-
F1 GP Australia 2026: Duo Mercedes Raih Podium usai Duel dengan Ferrari
-
Mad Max Mengamuk di Lintasan, Max Verstappen Bangkit dari P20 ke P6
-
Nyawa Pemain Timnas Putri Iran Terancam, Pemerintah Australia Diminta Kasih Perlindungan
-
The Invisible Villa Hadir di Ubud, Tawarkan Penginapan Transparan dengan Privasi Maksimal
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Cek Promo Alas Kaki di Bawah Rp150 Ribu Jelang Idulfitri di Matahari
-
Promo SuperIndo: Belanja THR Gratis Minyak 2 L
-
Awas Sertifikat Tanah Anda Palsu, Begini Cara Cek Keasliannya!
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VIII Halaman 282: Progress Check 2
-
Hery Gunardi: Perbankan Indonesia Tetap Resilien, Namun Perlu Perkuat Mitigasi Risiko Global