SuaraBali.id - ANOC World Beach Games 2023 resmi menyebut perhelatan olahraga dunia tersebut batal digelar di Bali.
Gelaran yang seharusnya akan berlangsung di Bali, 5-12 Agustus 2023 ini mendadak dibatalkan di Bali.
Adapun alasannya adalah Bali menarik diri karena tidak ada dana dari pemerintah.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo pun memberikan pernyataan adanya pengumuman resmi dari ANOC World Beach Games ini.
Menpora menyesalkan soal pembatalan ini karena menurutnya event ini sangat bagus untuk Indonesia.
Berikut pernyataan lengkap dari Menpora Dito Aritotedjo :
1. Pemerintah turut menyesalkan pembatalan pelaksanaan ANOC World Beach Games yang sejatinya mampu meningkatkan gairah ekonomi lokal pasca pandemi COVID19.
2. Event internasional sebesar AWBG, walau bukan kalender resmi IOC seperti Olimpiade dan baru kedua kali dilaksanakan oleh anggota-anggota ANOC diyakini bagus untuk Indonesia dari sisi Sport tourism.
3. Pemerintah sedari awal dilaporkan akan menjadi tuan rumah, langsung meminta NOC Indonesia agar melakukan perencanaan dan persiapan seefektif dan efisien mungkin. Karena memang NOC Indonesia yang mengajukan Bali sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Bali Batal Jadi Tuan Rumah ANOC World Beach Games 2023, Panitia Kecewa
4. Dalam menyusun perencanaan, kemenpora melakukan asistensi bersama BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan DJA (Direktorat Jenderal Anggaran) kemenkeu agar menghasilkan rencana anggaran yang sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.
5. Dalam periode yang tidak berbeda jauh, Indonesia juga menjadi tuan rumah Piala Dunia Bola Basket bersama Jepang dan Filipina. Memang persiapan tuan rumah Piala Dunia bola basket sudah lebih dari 2 tahun sehingga lebih matang.
6. Indonesia selalu siap untuk menjadi host-host event internasional, olahraga maupun event lainnya, dengan pembangunan Infrastruktur dan SDM yang dicanangkan Bapak Presiden hampir 1 dekade ini. Namun memang dalam pelaksanaan event harus ada perencanaan yang matang sehingga kita bisa menjamu tamu dengan baik.
7. Selain perencanaan memang ada beberapa isu lain yang muncul setelah batalnya FIFA World Cup U-20. Tapi untuk kemampuan finansial, bisa dilihat pemerintah selalu siap untuk memberangkatkan kontingen multi event dan juga tidak pernah telat dalam pemberian bonus atlet peraih medali.
8. Khususnya dalam hal anggaran, kemenpora dalam review awal proposal pada bulan Februari 2023 sebelum saya menjabat, memang terjadi gap yang sangat jauh dari pengajuan hampir 1 triliun dan hasil review sebesar 221 miliar. Saat saya mulai menjabat dilakukan review ulang bersama BPKP dan DJA juga sehingga menghasilkan angka 446 miliar.
9. Sekali lagi, mewakili pemerintah, kemenpora sangat menyayangkan pembatalan event ini. Namun kami juga memastikan sangat siap dalam menyambut event-event internasional ke depan seperti Piala Dunia bola basket FIBA, dan Piala Dunia U-17 FIFA.
Berita Terkait
-
Jejak Berdarah Pembunuh Sadis Rumania Berakhir di Bali, Diciduk Tim Gabungan di Kerobokan
-
Buron Hampir Tiga Tahun, Terpidana Kredit FIktif Mila Indriani Ditangkap di Bali
-
Mencicipi Donat Artisan yang Unik dan Autentik, Cita Rasa Bali di Setiap Gigitan
-
Baru 20 Tahun, Kadek Arel Resmi Jadi Anggota Exco APPI
-
BRI Peduli Dukung Komitmen Kelola Sampah Modern Melalui Dukungan Operasional
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto