“Ke sana hanya tidur saja. Kalau dari pagi sampai sore kita disini masak. Kalau sudah jadi ya kita pindah. Tapi kalau lama-lama kan kita tidak enak,” katanya.
Sementara itu, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor mengakui para korban abrasi masih tinggal di rumah keluarganya. Hal itu terpaksa dilakukan sembari menunggu pembangunan huntara mulai dilakukan.
“Kita berharap tidak ada lagi susulan gelombang pasang dan sebagian masyarakat juga sudah ada yang perbaiki kembali rumahnya,” katanya.
Ia juga berharap pembangunan huntara bisa segera dilakukan, sehingga bisa mengevakuasi masyarakat yang terdampak ke huntara.
Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya gelombang pasang Pemkot Mataram sudah memasang riprap atau tumpukan batu di pinggir pantai. Selain riprap, BPBD Kota Mataram juga akan memasang bronjong di kawasan tersebut.
“Di APBD Perubahan ini kami melanjutkan pemasangan bronjong. Menurut kita harus dilakukan disamping ada huntara masyarakat yang terdampak rumahnya,” terang Mahfuddin.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
-
Jonathan Tah Makin Yakin Jerman Juara Piala Dunia 2026 Usai Lolos 32 Besar
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman
-
Brace Deniz Undav Bawa Jerman Comeback Atas Pantai Gading dan Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
WNA Asal Portugal Bawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang
-
Praktik Curang di Program Makan Bergizi Gratis, Lalu Iqbal: Tobat atau Saya Tangkap!
-
Lombok Tengah Dukung Penutupan Sementara MBG Saat Libur Sekolah
-
Mahasiswa Desak Presiden Prabowo Copot Natalius Pigai dari Kursi Menteri