Eviera Paramita Sandi
Selasa, 06 Juni 2023 | 14:17 WIB
Bangunan rumah yang rusak akibat abrasi pantai di Lingkungan Mapak Indah Kecamatan Sekarbela Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat [Suara.com / Buniamin]

“Ke sana hanya tidur saja. Kalau dari pagi sampai sore kita disini masak. Kalau sudah jadi ya kita pindah. Tapi kalau lama-lama kan kita tidak enak,” katanya.

Sementara itu, Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor mengakui para korban abrasi masih tinggal di rumah keluarganya. Hal itu terpaksa dilakukan sembari menunggu pembangunan huntara mulai dilakukan.

“Kita berharap tidak ada lagi susulan gelombang pasang dan sebagian masyarakat juga sudah ada yang perbaiki kembali rumahnya,” katanya.

Ia juga berharap pembangunan huntara bisa segera dilakukan, sehingga bisa mengevakuasi masyarakat yang terdampak ke huntara.

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya gelombang pasang Pemkot Mataram sudah memasang riprap atau tumpukan batu di pinggir pantai. Selain riprap, BPBD Kota Mataram juga akan memasang bronjong di kawasan tersebut.

“Di APBD Perubahan ini kami melanjutkan pemasangan bronjong. Menurut kita harus dilakukan disamping ada huntara masyarakat yang terdampak rumahnya,” terang Mahfuddin.

Kontributor: Buniamin

Load More