SuaraBali.id - Seorang dokter di Bali ditangkap karena melakukan praktik aborsi. Pria berinisial KAW (53) ini diamankan pada saat sedang melakukan praktik aborsi kepada pasiennya di Jalan Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, pada Senin (8/5/2023) malam.
Dalam penelusuran Ditreskrimsus Polda Bali keberadaan KAW ditemukannya iklan praktik dokter tersebut dalam iklan online. Setelah diketahui keberadaannya, KAW kemudian digrebek saat sedang melakukan tindakannya terhadap seorang pasien perempuan berusia 21 tahun.
“Tepatnya pada Senin 8 Mei pada pukul 21.30 penyelidik menggrebek lokasi tersebut dan mendapati dokter A ini sedang melaksanakan praktik, baru saja selesai. Satu orang pasien yang saat ini sudah kita periksa sebagai saksi,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra saat konferensi pers di Ditreskrimsus Polda Bali pada Senin (15/5/2023).
Pasca diamankan, KAW mengaku adalah dokter gigi namun belum pernah membuka praktik dokter gigi. Selain itu, statusnya sebagai dokter termasuk ilegal dan tak berizin karena namanya tidak termasuk dalam anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
“Yang bersangkutan adalah dokter gigi tapi belum pernah terdaftar dalam IDI. Justru malah dia tidak pernah melakukan praktik dokter giginya,” tambahnya.
Setelah ditelusuri ternyata diketahui KAW adalah residivis dalam kasus yang sama dan sudah pernah ditahan sebanyak dua kali. Sebelumnya, tersangka ditangkap pada tahun 2006 dan dipenjara selama 2,5 tahun, kemudian ditangkap kembali pada tahun 2009 dan dipenjara selama 6 tahun.
KAW mengaku membuka praktik aborsinya kembali sejak tahun 2020 lalu. Sejak saat itu, dia sudah menggugurkan kandungan dari 20 korban. Dalam melakukan tindakannya, dia melakukannya sendiri dan didampingi pembantunya yang bertugas membersihkan tempat praktik.
“Tersangka mengakui melakukan kegiatan ini sudah mulai tahun 2020. Dalam kegiatannya yang bersangkutan dibantu oleh pembantunya yang bertugas sebagai pembersih,” imbuh Ranefli.
Menurut keterangan, jika ditotal sejak kasus pertamanya pada tahun 2006 lalu, sudah ada 1.338 kandungan yang digugurkan tersangka. Setiap pasiennya rata-rata dikenakan tarif Rp3.800.000 untuk satu kali aborsi.
Dari tempat praktik tersangka juga diamankan beberapa peralatan seperti alat USG, peralatan kuretase, tempat tidur modifikasi, dan sejumlah obat-obatan.
Tersangka kini terancam pasal berlapis meliputi pasal 77 juncto pasal 73 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 29 tahun 2004 tentang kesehatan dan pasal 194 juncto pasal 75 ayat 2 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009. Dengan pasal berlapis tersebut, tersangka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 Miliar.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Intip Fasilitas dan Tarif Menginap di The Ululani Bali, Lokasi Syuting Sinetron Terikat Janji
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka