SuaraBali.id - Adzan Maghrib berkumandang dari Masjid Besar Al-Muhajirin Kepaon, Pemogan, Denpasar menjadi penanda bagi warga sekitarnya untuk berbuka puasa. Namun, selepas berbuka puasa, para warga berkumpul di area masjid, bersiap untuk merayakan kemenangan mereka setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Berbagai generasi warga Kampung Islam Kepaon bersiap merayakan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri pada Jumat (21/4/2023) malam. Sekitar pukul 7 malam, pemuda-pemudi kampung itu dengan cermat menyiapkan keperluan untuk acara nanti, mulai menghidupkan obor hingga menyambut tamu undangan.
Mereka juga menyiapkan replika masjid di atas sebuah mobil pick-up yang nantinya memimpin arak-arakan layaknya takbiran, pun juga obor-obor yang nantinya akan dibawa mengiringi kirab. Namun, ada satu pemandangan yang berbeda dari kebanyakan perayaan takbiran yang ada di Bali atau bahkan Indonesia.
Pemandangan langka ketika melihat para pemain Beleganjur atau musik gamelan khas Bali juga turut bersiap untuk acara takbiran ini. Rupanya, hal itu memang sudah tradisi yang setiap tahunnya dilakukan di Desa Pemogan.
“Dari tahun ke tahun setiap pelaksanaan kegiatan takbir keliling kita selalu diwarnai dengan beleganjur. Itu adalah tradisi warga Hindu yang kita tarik untuk sama-sama bergembira hari ini,” ujar Muhammad Asmara, Kepala Dusun Kampung Islam Kepaon.
Menurut Asmara, situasi toleransi di Desa Pemogan bahkan bukan hanya sekedar toleransi beragama. Namun, baginya sesama warga Desa Pemogan sudah layaknya saudara.
Setelah selama 200 tahun Kampung Islam Kepaon berdiri, tidak ada pembatas antara umat Islam atau Hindu yang ada di sekitar Desa Pemogan.
“Inilah suatu keutuhan yang tidak dapat dipisahkan antara kami dengan warga seputaran Pemogan ini. Jadi kita satu keturunan, tetapi berbeda agama,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pemogan Made Suwirya juga sejalan dengan Asmara. Kerukunan beragama dan berbudaya di Desa Pemogan juga bersifat mutual, saling menguntungkan satu dengan yang lainnya.
Jika pemuda Hindu Desa Pemogan turut memeriahkan saat perayaan malam takbiran, warga Kampung Islam Kepaon juga turut membantu warga Hindu saat hari besar Hindu seperti Hari Nyepi atau Hari Galungan.
“Ini tradisi kita di Pemogan, Desa Pemogan adalah desa yang pluralistik. Keragaman tetap kita hormati, tetapi tetap mempertahankan kebudayaan,” ujar Suwirya.
Banjar yang ditunjuk untuk mengiringi malam takbiran juga bergilir setiap tahunnya. Tahun ini merupakan giliran dari kelompok pemuda dari Banjar Jaba Tengah untuk mengiringi kirab.
Ketua Sekaa Teruna Teruni Banjar Jaba Tengah, Agus Arya Ardiana Putra menyebut malam takbiran ini adalah kali ketiganya mengiringi takbiran Kampung Islam Kepaon. Dia tak menutup rasa senang dan bangganya bisa memeriahkan acara itu.
Pada malam takbiran ini, Agus dan kawan-kawannya akan menampilkan musik atau gending yang sebelumnya ditampilkan untuk Pengerupukan Nyepi sebelumnya.
“Kita sempat membuat gending dari beleganjur, itu kami bawakan kembali. Kami merasa bangga lah sudah memeriahkan acara takbiran,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Suasana Masjidil Haram Jelang Ibadah Haji 2026
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
-
Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru
-
Libas Persita 1-0, Bali United Naik ke Peringkat 7 Klasemen BRI Super League
-
Kocak! Momen Ibu-ibu Core, Tak Kenal Rizky Ridho dan Suruh Jadi Tukang Foto
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel