SuaraBali.id - Empat hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pelabuhan Gilimanuk menghadapi puncak kepadatan pemudik yang akan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam pantauan pada Rabu (19/4/2023) siang, kendaraan roda empat mengular di jalur Cekik menuju pintu masuk pelabuhan sepanjang 5 kilometer.
Para pengendara terlihat banyak yang memilih keluar dari kendaraannya untuk beristirahat.
Kepadatan sepeda motor juga terlihat di jalur masuk pelabuhan. Ratusan sepeda motor nampak mengantri berpanas-panasan menunggu giliran untuk masuk ke kapal.
Salah satu pemudik sepeda motor yang mudik dengan istri dan kedua anaknya, Yuda mengaku sudah mengantri selama berjam-jam.
Setelah berangkat dari Gianyar sejak pukul 04.00 pagi, dia tiba di Gilimanuk sekitar pukul 07.00. Yuda akhirnya baru bisa memasuki kapal sekitar pukul 11.00 siang.
Yuda menyayangkan kemacetan itu pasalnya harga tiket kapal tahun ini naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu. Padahal menurut Yuda pada saat dia mudik tahun 2022, kemacetannya tidak separah tahun ini.
“Ya harapan kita gimana yah biasanya dulu 35 (ribu) kok sekarang musim gini naik. Dulu kalau antri pun tetap 30-35 lah,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Yuda juga mengharapkan agar lebih banyak menyediakan tenda bagi pengguna sepeda motor, pasalnya tenda yang saat ini disediakan jumlahnya terbatas dan tidak terlalu lebar. Beruntung, kedua putra Yuda tidak rewel meski harus menunggu saat panas selama hampir lima jam.
“Ya tenda ya diminta agak panjang dan lebar. Kasihan yang panas kalau anak muda enggak apa-apa kalau yang anak kecil kan kasihan,” ujarnya.
Baca Juga: Jalur Menuju Arah Pelabuhan Gilimanuk Dipadati Kendaraan Pemudik
Sementara itu, pemudik dengan mobil pribadi juga harus menunggu lebih lama lagi. Ponirin yang mudik bersama keluarganya sudah mengantri sejak pukul 02.00 dini hari, dan baru bisa masuk kapal sekitar pukul 10.00.
Namun, Ponirin menyadari bahwa dia menyeberang saat hari puncak arus mudik. Membandingkan dengan tahun sebelumnya, dia hanya menunggu lima jam saat mudik pada H-2 Lebaran tahun 2022 lalu.
“Tahun lalu mudik tapi mepet, macet tapi gak separah ini. Saya H-2 tahun lalu, antrinya gak sampai 5 jam. (Sedangkan) ini puncaknya, liburan sekolah terus pada mudik,” tutur Ponirin.
General Manager ASDP Ketapang Gilimanuk, Muhammad Yasin menjelaskan memang memprediksi puncak arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk pada hari ini dan Kamis (20/3/2023) besok.
Pada hari ini, Yasin menyebut sudah ada 16.531 kendaraan yang menyeberangi Pelabuhan Gilimanuk. Jumlah tersebut diprediksi akan menembus 18 ribu pada Kamis (20/3/2023) besok.
“Kita masih memprediksi hari ini dan besok itu puncak. Kalau tadi kendaraan di angka 16 ribu menjadi ke angka 18 ribuan kendaraan,” tutur Yasin.
Berita Terkait
-
Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Jadi Presiden pun Masih Sering Diejek!
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Mengejutkan! Mirza Mustafic Tinggalkan Bali United, Ekspatriat Kedua yang Hengkang
-
Toko Disegel dan Bawang Busuk, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan DPR Lawan Oknum Polisi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar