SuaraBali.id - Momen Piala Dunia U20 sejatinya sudah dipersiapkan dengan baik di Bali, terutama tempat yang akan jadi lokasi pengundian grup atau drawing Piala Dunia U20, Art Centre Denpasar.
Sebelumnya sudah ada perbaikan yang dilakukan di Taman Budaya Denpasar ini untuk menyambut event pengundian grup Piala Dunia U20.
Namun demikian drawing tersebut kini gagal dilaksanakan di Bali setelah Gubernur Bali, I Wayan Koster menolak kehadiran Timnas Israel di Pulau Dewata.
Lalu bagaimana nasib perbaikan mahal mencapai Rp 7 Miliar yang dilakukan di Art Centre?
Pemerintah Provinsi Bali mengatakan perbaikan lokasi tersebut masih bermanfaat untuk kegiatan lain.
"Ya ke depan kan masih ada penyelenggaraan (kegiatan) yang lain, penggunaan pemanfaatan lain untuk Art Center khususnya, itu kan masih fasilitas yang memang kita gunakan bukan baru gara-gara ini (Piala Dunia U20)," kata Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Senin (27/3/2023).
Cok Ace itu menegaskan bahwa sejak lama Art Center sudah ada dan dimanfaatkan, sehingga perbaikannya bukan semata-mata karena jadi atau batalnya pengundian grup.
"Itu (Art Center) memang kita punya dan Astungkara kita ada kesempatan perbaiki dan tentu ke depannya akan kita gunakan," ujarnya.
Menurut Cok Ace, penolakan Pemprov Bali terhadap tim Israel dalam Piala Dunia U20 yang dicanangkan di Indonesia sudah melalui pertimbangan yang matang.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Selasa 28 Maret 2023 Untuk Wilayah Bali dan Sekitarnya
Ia tak memungkiri dampak keputusan ini salah satunya dari sisi pariwisata yang sebelumnya diharapkan Piala Dunia U20 dapat meningkatkan okupansi hotel dari penonton yang hadir dan menyaksikan pertandingan.
"Namun demikian, sekali lagi ada hal-hal yang memang kita harus terima bersama, tidak ada satu kebijakan yang 100 persen memberikan keuntungan, tentu ada pertimbangan tertentu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Bali Wayan Ria Arsika pada Sabtu (11/3) lalu sempat menyampaikan bahwa perbaikan di sejumlah titik Art Center telah dilakukan sejak Februari dan ditarget selesai pertengahan Maret 2023, lantaran pengundian grup akan berlangsung pada Jumat, 31 Maret 2023 nanti.
Sekitar Rp7 miliar dana dari APBD Provinsi Bali digunakan di sana, di mana untuk pengerjaannya diserahkan kepada Dinas PUPR Provinsi Bali dan nantinya kembali dikelola pihak UPTD Taman Budaya.
“Penataan dilakukan sejak memasuki kawasan Taman Budaya (Art Center), termasuk jalan harus hotmix, taman, hingga lainnya. Membuat suasana senyaman-nyamannya untuk para peserta internasional,” katanya saat itu.
Tak hanya di luar, dalam Gedung Ksirarnawa juga dilakukan perbaikan kata dia, seperti penataan pada karpet, lampu, dan kursi, termasuk pada bagian bangunan tradisional dibekali sertifikat layak fungsi agar menandakan lokasi tersebut terjamin keselamatannya. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Sudah Pegang Tiket Piala Dunia 2026, Tapi Ditolak Masuk AS, FIFA Lepas Tangan
-
Scaloni Buka Suara soal Messi dan Daftar Pemain Argentina untuk Piala Dunia 2026
-
Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara
-
Resmi! TikTok Jadi Mitra FIFA Piala Dunia 2026: Ada Prediksi Skor hingga Fitur AR
-
Ulah Baru Trump: Blokir Visa Suporter Brasil dan 14 Negara Peserta Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen