SuaraBali.id - Kantor Imigrasi Khusus TPI Ngurah Rai mengamankan enam orang WNA Rusia yang menyalahi aturan tinggalnya di Bali. Dari enam orang ini, dua orang merupakan instruktur sepeda motor yang sempat viral di media sosial.
Dua orang berinisial RG dan AK itu menyalahi aturan tinggalnya dengan bekerja sebagai instruktur mengendarai sepeda motor padahal hanya memiliki visa on arrival.
Sebelumnya, kedua pria ini sempat viral di akun instagram @moscow_cabang_bali setelah terlihat melatih WNA lain untuk mengendarai sepeda motor.
“Berawal juga dari informasi yang kita dapatkan dari akun Moscow cabang Bali, di mana itu ada aktivitas pelatihan sepeda motor. Pelatihan sepeda motor itu ada di daerah Gunung Payung,” ujar Kepala Bidang Teknologi Informasi Komunikasi Keimigrasian Khusus Ngurah Rai, Sandro Limbong saat konferensi pers di Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Jumat (10/3/2023).
Setelah viral, tim lapangan imigrasi memantau gerak-gerik mereka selama dua hari. Sebelum akhirnya menghampiri mereka berdua dan didapatkan bahwa mereka hanya memiliki visa on arrival dan kemudian diamankan pada Kamis (9/3/2023) di kawasan Gunung Payung, Kutuh, Badung.
Mereka diduga sudah membuka jasa instruktur mengendarai sepeda motor untuk WNA itu sejak Bulan Nopember 2022 lalu. Kepemilikan sepeda motor mereka juga tengah diperiksa lebih lanjut.
Sementara, empat orang lainnya yang diamankan adalah satu keluarga termasuk kedua anaknya.
Mereka yang berinisial SM, KM, AM, dan MS diamankan pada Rabu (8/3/2023) karena melebihi batas masa tinggal atau overstay. Masa tinggal mereka sudah habis sejak tanggL 16 Nopember 2022 lalu.
Kondisi Perang Dan Wajib Militer
Baca Juga: WNA Banyak yang Kerja Ilegal di Bali, Menkopolhukam Mahfud MD Ajak Memaklumi
Maraknya WNA Rusia yang overstay atau melanggar aturan tinggal disinyalir karena menghindari aturan wajib militer saat kondisi perang saat ini. Selain di Bali, Thailand juga memiliki banyak kasus WNA Rusia yang melanggar aturan saat ini.
“Sebenarnya negara negara Asia lainnya juga menjadi tempat tujuan WN Rusia khususnya di Thailand saat ini bahkan lebih banyak daripada Indonesia. Karena banyak yang menghindari wajib militer dalam kondisi perang di negaranya,” imbuh Sandro.
Lebih lanjut Sandro menerangkan alasan menghindari wajib militer itu dilakukan oleh WN Ukraina juga. Asia tengah awalnya menjadi tujuan utama sebelum akhirnya semakin mengekspansi semakin ke selatan dan hingga ke Indonesia.
“Karena itu fenomena internasional yang sedang tren bagi WN Rusia dan Ukraina itu untuk menghindari wajib militer. Jadi memang ada ekspansi dari WN rusia dan Ukraina ini yang berusaha lari ke Asia Tengah dulu awalnya, baru turun ke bawah,” pungkas Sandro.
Atas penangkapan ini, WNA Rusia yang terkena Tindak Administrasi Keimigrasian (TAK) di Bali tahun ini sudah mencapai 18 orang. Sedangkan, tahun 2022 lalu WNA Rusia yang terkena TAK di Bali mencapai 82 orang.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar
-
Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa
-
Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo