SuaraBali.id - Seorang perempuan Bali bernama Ni Nyoman Reni (49 tahun) menceritakan kisah suksesnya sebagai pedagang di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Nyoman Reni awalnya adalah seorang karyawan salah satu perusahaan besar di Bali dengan cabang di Lombok tahun 2002 lalu.
Namun ia memilih mundur dari perusahaan tersebut kini memproduksi aneka jajanan pasar untuk sarana upacara di Pasar Karangjasi, wilayah Cilinaya Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
Ia memilih berjualan jajanan kering, yang dia produksi dibantu 12 orang karyawannya di gerai miliknya.
Nyoman Reni berjualan di Pasar tradisional yang tidak begitu luas, namun menjadi salah satu pusat dagang cukup ramai di kota Mataram.
"Pelanggan saya hampir dari seluruh Lombok, mereka belanja jauh-jauh datang ke sini," ungkap Nyoman Reni, ditemui di sela kesibukannya menghitung jajan yang dipesan pelanggan, Rabu (8/3/2023) sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Sosoknya dikenal hampir di seluruh Mataram dengan sebutan "Ni Nyoman Reni dagang jaje di Karang Jasi".
"Rata-rata langganan memang para pedagang banten. Mulai dari Lombok Utara, Lombok barat, Lombok tengah, bahkan dari Sumbawa juga ada," ujar ibu dua orang putra ini.
Memutuskan resign dari pekerjaan di PT Kresna Karya tahun 2002 lalu, Nyoman Reni yang saat itu baru memiliki satu orang anak, mengaku kebingungan.
Baca Juga: Nyentrik, Pak Kades di Lombok Barat Bergaya Seperti Anak Punk, Rambutnya Viral
Pasalnya, dirinya yang terbiasa sibuk, tiba-tiba harus menjadi ibu rumah tangga, yang 24 jam waktunya total harus berdiam di rumah.
Walaupun memiliki suami dengan pekerjaan mapan sebagai pegawai di perusahaan besar Pertamina, tak membuat Nyoman Reni berdiam diri.
Wanita Bali berkulit putih ini memulai kesibukannya dengan membuat jajan semprit dan bolu.
"Yang pertama saya buat waktu itu kue semprit, kue bolu. Kemudian saya titip-titip di pasar. Pasar Sindu, pasar Ampenan, pasar Karangjasi ini juga," tutur Nyoman Reni yang punya leluhur dari Karangasem, Bali.
Selama 10 tahun Reni melakoni pekerjaan membuat jajan di rumah.
Dibantu saat itu oleh satu orang karyawan. Yang mana karyawan itu harus dia antar jemput dengan sepeda motor setiap hari.
Berita Terkait
-
Harga Rp20 M tapi Cepat Rusak! Dugaan Korupsi Mesin Pengolah Sampah Pemkab Lombok Diusut Kejati
-
Keruntuhan Wibawa Mataram di Perlawanan Penguasa Madura Atas Hegemoni Jawa
-
Momentum MotoGP, Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Terus Meningkat
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan
-
Bezzecchi Juara di Mandalika, Aprilia Cetak Sejarah
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali