SuaraBali.id - Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali memastikan hingga Kamis (9/2/2023) siang, 1.375 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Turki selamat.
Namun, hal tersebut masih mengikuti perkembangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki.
“Totalnya ada 1375, informasi terakhir dalam kondisi aman. Tetapi KBRI saat ini masih berproses terus. Karena paska bencana itu tiap negara kan beda antisipasinya,” ujar Kepala Disnaker ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan saat ditemui di kantornya, Kamis (9/2/2023).
Rasa tenang juga dirasakan oleh kerabat dari Ni Kadek Adi Purwani (30), seorang PMI yang bekerja di Kota Antalya, Turki.
Suaminya, I Wayan Budiantara (32) yang tinggal di Banjar Punduh Kulit, Peguyangan, Denpasar, mengaku sempat khawatir saat mengetahui berita tersebut. Namun, istrinya kemudian memastikan kondisinya aman.
“Adik saya yang ngasih tahu (berita gempa Turki) di medsos. Selang berapa waktu istri saya yang nelpon. Kondisinya aman-aman saja katanya. Tapi ada imbauan untuk hati-hati ada gempa susulan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (9/2/2023).
Budiantara juga memastikan kondisi tempat tinggal serta listrik dan air di kediaman istrinya juga masih normal.
Bahkan, dia menyebut istrinya yang bekerja di hotel sudah bekerja seperti biasa.
Meski begitu, Budiantara tetap menjaga komunikasi dengan istrinya setiap harinya. Terlebih, kendala terbesar yang dirasakan istrinya adalah cuaca Turki yang sedang dalam puncak musim dingin.
Baca Juga: Perempuan Bali Dan Anak Usia Setahun Jadi Korban Gempa Turki, Ayahnya Susah Tidur
“Hari ini belum ada (komunikasi) karena di sana masih pagi masih istirahat. Terakhir kemarin malam jam 1 pagi terakhir komunikasi. Itupun baru pulang kerja jam segitu,” tuturnya.
Adi Purwani baru bekerja di Turki sejak enam bulan lalu. Budiantara menjelaskan istrinya memiliki kontrak dua tahun kerja di sana.
Karena itu juga, Budiantara yang tinggal bersama orangtuanya juga mengurus ketiga anaknya bersama Adi Purwani. Anak terbesarnya berusia 7 tahun dan sudah duduk di kelas 1 sekolah dasar, sedangkan yang paling kecil baru berusia 1 tahun.
Budiantara dan keluarganya siap mengikuti apapun arahan dari KBRI nantinya, jika istrinya harus dipulangkan atau diperbolehkan tetap bekerja. Dia juga mengharapkan agar situasi membaik.
“Ya harapannya semoga istri saya baik-baik saja tetap lancar kerjanya. Semoga bencananya juga sudah segitu saja,” pungkasnya.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Turki Senin (6/2/2023) lalu. Hingga kini, bencana tersebut sudah menelan lebih dari 15 ribu korban jiwa.
Berita Terkait
-
Zuri Hotel Management Gelar Donor Darah Serentak di Berbagai Wilayah Indonesia
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
-
Cerita Anak Pengungsi yang Jadi Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
Bek Real Madrid Dean Huijsen Berlatih di TC Bali United Bareng Pemain Keturunan Indonesia
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, Investasi Global Kini Bisa Lewat BRImo
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD