SuaraBali.id - Pemprov Bali akan menerapkan teknologi baru untuk menangani Demam Berdarah Dengue (DBD). Teknik baru ini bernama Wilbachia.
Tahun ini teknologi tersebut akan dilakukan dan bekerja sama dengan BMKG.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Gede Anom menyebut bahwa program ini akan diuji di Kota Denpasar dan buleleng.
Kedua wilayah ini mempunyai tingkat DBD tertinggi selama 2022 di Bali.
"Sebentar lagi kita menggunakan teknologi baru untuk mengatasi DBD di Bali, yaitu teknologi wolbachia yang bekerja sama dengan BMKG untuk mendeteksi demam berdarah sebulan sebelum timbul melalui cuaca dan kelembaban," katanya Rabu (1/2/2023).
Sementara Wolbachia sendiri adalah teknik menyebarkan dan memelihara nyamuk.
"Jadi kita kenalkan ke masyarakat biar masyarakat tahu ini bukan nyamuk berbahaya, ini nyamuknya akan interaksi (kawin) dengan nyamuk aedes aegypti dan setelah itu tidak akan menularkan lagi virus," jelas Anom.
"Nanti ada kader-kader masyarakat tertentu yang kita pilih untuk memelihara di rumah tangga. Itu diberikan telurnya, ada dalam wadah tertentu sampai menetas jadi jentik dan nyamuk. Ini gratis program pemerintah," ujarnya.
Teknologi wolbachia sedang diproses dan dikembangkan melalui kerja sama dengan World Mosquito Program (WMP) dengan Universitas Udayana.
Baca Juga: Gunung di Bali Jadi Kawasan Suci Picu Kekhawatiran Pemandu Pendaki, Ini Jawaban Koster
Teknik ini disebut sudah sempat dilakukan di DI Yogyakarta dan telah terbukti, di mana teknologi wolbachia mampu menurunkan angka DBD mencapai 78 persen di sana.
Selama tahun 2022 terdapat 5.638 kasus demam berdarah dengan 1.096 dari Denpasar dan 869 dari Buleleng, dengan kematian terbanyak dari Denpasar yaitu delapan orang disusul Klungkung empat orang.
Saat ini, Dinkes Bali memulai tahap sosialisasi untuk teknologi wolbachia di masyarakat, lantaran selama ini masyarakat hanya mengetahui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Proses sosialisasi dari program ini akan berlangsung selama enam bulan, sehingga teknologi wolbachia ditarget untuk sampai ke masyarakat pada pertengahan 2023.
Untuk sementara, Dinkes Bali masih mengimbau masyarakat untuk menerapkan cara konvensional yaitu penerapan 3M, PSN dan pemakaian obat nyamuk serta kelambu saat tidur.
"Nanti tetap kita imbau untuk masyarakat tenang dulu, jadi lakukan fogging terfokus di mana tempat-tempat yang ada kasus DBD, kan ada alamatnya fogging daerah itu," kata dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
-
Mau Liburan Natal dan Akhir Tahun Makin Berkesan? Ini Pilihan Aktivitas Seru di Bali
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo