SuaraBali.id - Kapal Fast Boat Kebo Iwa Express yang mengangkut puluhan wisatawan rute Nusa Penida - Sanur karam di perairan 2 mil arah timur Pelabuhan Sanur, pada Selasa (3/1/2022) sekitar pukul 17.00 WITA.
Proses evakuasi berlangsung secara dramatis, wisatawan yang beberapa diantaranya merupakan warga negara asing (WNA) bersiap mengenakan pelampung saat detik-detik kapal tenggelam.
Mereka berkumpul di satu titik bagian atas kapal, karena kapal secara perlahan tenggelam dalam posisi miring.
Barang-barang yang bisa mengapung di air berusaha dikeluarkan untuk alat penyelamatan di atas laut.
Para penumpang berenang di tengah gelombang laut saat dibantu evakuasi oleh 3 unit boat penyeberangan yang melintas di lokasi
Peristiwa ini juga diabadikan oleh salah seorang penumpang boat penyelamat dan viral di media sosial
Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada saat dikonfirmasi mengatakan, terdapat 29 orang di dalam kapal fasboat dinyatakan selamat dan sudah dievakuasi yang terdiri dari 6 ABK dan 23 penumpang.
"Penumpang dan crew berjumlah 29 orang dinyatakan selamat ditolong oleh 3 unit Boat penyeberangan yang melintas," ungkap Gede Darmada kepada SuaraBali.id
Mengenai penyebab karamnya kapal tersebut, Darmada menyebutkan dugaan terjadi kebocoran pada lambung fastboat tersebut.
Di lokasi terlihat gelombang di lautan juga cukup tinggi, karena Bali dalam beberapa hari terakhir Bali dilanda bencana hidrometeorologi, bahkan kecepatan angin sempat tercatat di angka 81 km/jam atau 44 knots pada Senin (2/1/2023) sore kemarin.
Dia menambahkan, bahwa seluruh penumpang dan crew kapal dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa menuju Pelabuhan Sanur.
“Posisi kapal masih berada di lokasi kejadian tidak dapat ditarik,” ujarnya.
Secara terpisah, Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, I Wayan Gita Giriharta, menjelaskan cuaca buruk di Bali merupakan dampak badai ellie dari Australia. Citra satelit Himawari-8 kanal Enhanced-IR menunjukkan aktivitas konvektif yang cukup signifikan.
“Berdampak terhadap kondisi cuaca di Indonesia,” jelasnya.
Dampak tersebut berupa hujan intensitas sedang – lebat, angin kencang hingga gelombang tinggi di beberapa wilayah, salah satunya adalah Bali, dengan tinggi gelombang maksimum mencapai 6 meter.
Berita Terkait
-
Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Jadi Presiden pun Masih Sering Diejek!
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Mengejutkan! Mirza Mustafic Tinggalkan Bali United, Ekspatriat Kedua yang Hengkang
-
Toko Disegel dan Bawang Busuk, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan DPR Lawan Oknum Polisi
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar