Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Jum'at, 18 November 2022 | 17:01 WIB
Contoh recharging baterai sepeda motor listrik di SPKLU, yang dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 [Suara.com/CNR ukirsari].

Masing-masing lokasi SPKLU memiliki mesin pengisian yang berbeda. 

"Kalau di sini bisa buat charge mobil atau bus listrik," kata Wibawa. 

Pengisian daya biasanya dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Misalnya untuk pengisian daya bus, untuk durasi 1 jam, data yang terisi 30 persen.

Sehingga untuk mengisi daya sampai penuh butuh waktu sekitar 3 jam lebih. 

Baca Juga: Warganet Sambut Gembira Setelah Shin Tae-yong Minta Timnas Berkandang di Bali

Sementara itu, pengisian daya mobil listrik cenderung lebih cepat. Dalam waktu 30 menit saja, 30 persen baterai sudah terisi.

Untuk melakukan pengisian daya, mobil harus menggunakan aplikasi My Pertamina. Pengguna mobil listrik harus melakukan reservasi di aplikasi tersebut.

Setiap pengisian daya tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.

"Jadi harus reservasi dulu, terus sampai sini tinggal isi daya mobil," kata dia. 

Baca Juga: Dua Penusuk Polisi yang Booking Cewek Michat di Bali Ternyata Masih Remaja

Load More