Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Kamis, 22 September 2022 | 11:47 WIB
Gunung Agung mengalami erupsi dan melepaskan kolom abu pada Jumat (22/2/2019). [Antara/Nyoman Hendra Wibowo]

SuaraBali.id - Sebagai salah satu Gunung yang dikeramatkan oleh masyarakat Bali, Gunung Agung punya mitos yang tak boleh dilanggar. Hal ini supaya pendakinya aman dan selamat sampai di puncak.

Gunung Agung yang memiliki tinggi 3.124 mdpl ini menjadi favorit para pendaki, Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Selain itu gunung ini juga terkenal dengan kesakralannya yang masih terjaga hingga saat ini.

Menurut Pemangku di Pura Pasar Agung Jro Mangku Gede Umbara (60) dikatakan bahwa sebenarnya terkait dengan cerita-cerita yang beredar, ia tidak berani menyebut bahwa itu hanyalah sebuah mitos.

Hal ini karena sudah banyak terbukti jika mitos dilanggar akan mendapatkan bahaya saat melakukan pendakian di Gunung Agung.

Baca Juga: 14 Jenazah Telantar Dikremasi RSUP Prof Ngoerah, 8 Diantaranya Bayi

Mitos seputar Gunung Agung ini sebenarnya boleh percaya atau tidak percaya tentang pantangan tersebut. Akan tetapi masyarakat Hindu di sana sangat menjunjung tinggi kesakralan Gunung Agung.

Itulah sederet mitos dan pantangan di Gunung Agung yang diungkap oleh Jro Mangku Gede Umbara.

1. Tidak Boleh Bawa Daging Sapi atau Babi

Jro Mangku Gede Umbara (60) mengatakan mitos pertama adalah tidak boleh membawa daging sapi atau babi saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung. Karena berdasarkan cerita-cerita orang tua zaman dulu, Ida Bhatara yang ada di Gunung Agung dalam bentuk Siwa. Siwa dalam hal ini kendaraannya adalah sapi atau lembu.

"Sehingga sapi dianggap suci, jadi tidak diperbolehkan membawa daging sapi ke puncak Gunung Agung, jika itu dilanggar maka akan menemui kendala maupun bahaya saat melakukan pendakian," kata Jro Mangku Umbara.

2. Orang Berilmu Spiritual Tinggi Bisa Menemukan Sapi Hitam Besar

Load More