SuaraBali.id - Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah Provinsi NTB. Hal ini disebutkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Warga diharapkan tetap waspada saat terjadi angin kencang yang dapat menimbulkan bencana alam seperti atap rumah terbang, pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum lainnya," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Ari Wibianto, Sabtu (17/9/2022).
Selain itu BMKG juga mengimbau warga yang beraktivitas di pesisir pantai untuk waspada dampak gelombang tinggi yang terjadi di selat Lombok bagian utara dan selat alas bagian selatan serta Samudra Hindia di wilayah Nusa Tenggara Barat.
"Waspada dampak gelombang tinggi yang mencapai 2 meter lebih di wilayah perairan NTB," katanya.
Untuk para pengguna jasa transportasi laut dan para nelayan untuk tetap waspada dampak bencana yang dapat ditimbulkan.
Sehingga tidak terjadi kecelakaan laut saat melakukan aktivitas di laut wilayah NTB.
"Kecepatan angin mencapai 27 knot dan tinggi gelombang 2 meter," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir
-
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng dan DI Yogyakarta Hari Ini
-
Kepala BMKG Merapat ke Istana, Bawa Laporan Karhutla dan Siaga Bencana Hidrometeorologi
-
BMKG: Ada Potensi Hujan di Sumatra dan Kalimantan Hari Ini
-
Peringatan Dini BMKG, 13 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Diterpa Angin Kencang
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN