SuaraBali.id - Warga Dusun Toroh Selatan Desan Tanjung Luar, Kecamatan Keruak Lombok Timur (Lotim) mengeluhkan ketersediaan air bersih. Betapa tidak, untuk mendapatkan air bersih harus menggunakan sampan menuju ke luar desa guna mendapatkan air.
Jika tidak harus membeli satu tangki ukuran 1500 liter seharga Rp 65 ribu. Untuk air minum menggunakan air galon isi ulang dengan harga Rp 7 ribu.
Kondisi ini dirasakan masyarakat sudah cukup lama terlebih pada musim kemarau. Masyarakat setempat membuat sumur hanya keperluan mandi dan mencuci sebab air tawar karena berada di pesisir pantai.
Memang, adanya jaringan PDAM namun belum dapat berfungsi secara optimal.
Inak Sakmah (70 tahun) mengeluhkan kondisi air bersih di lingkungannya. Sebab untuk mandi harus menimba air laut dan dimasukkan ke dalam bak mandi.
"Kalau minum beli galon harganya Rp 7 ribu", keluh Sakmah saat ditemui Suara.com, Selasa (13/9/2022).
Ia mengaku merasakan kekeringan sudah cukup lama. Solusinya jika musim penghujan bak dan ember ditaruh di halaman rumah dengan niatan menampun air yang nantinya dipergunakan untuk mencuci.
"Jam berapa pun hujan saya keluar taruh bak di luar", akunya.
Sedangkan warga lainnya, Ferawati (39 tahun) mengaku jika mandi menggunakan air sumur yang terasa asin. Tentunya rasanya di kulit lengket bahkan sabun yang dipergunakan pun tidak berbusa.
Baca Juga: Uang Hanya Cukup Ganti Modal BBM, Nelayan Keruak Bingung : Enggak Dikerjakan Lapar
"Kalau butuh air minum gunakan sampan ke kampung sebelah, jika tidak ada air terpaksa minum air tawar,”akunya.
Ia pun bersama warga harus memesan air untuk mandi. Nantinya satu tangki atau satu tower berukuran 1500liter air seharga Rp 65 ribu. Air ini pun akan habis hingga dua sampai tiga hari.
"Kita perlu pesan itupun datangnya tiga atau empat hari", katanya.
Kepala Dusun (Kadus) Surman Sahroni mengatakan kesulitan yang diraskan masyarakat Dusun Toroh Selatan khususnya RT 1 sudah dirasakan sejak lama bukan hanya pada musim kering. Sebab memang tidak ada mata air, sumur-sumur yang dibuat masyarakat rasanya asin.
"Kurang air di Dusun ini khususnya RT I sudah dirasakan sejak lama", ujarnya.
Ia mengakui jika warganya harus merogoh gocek untuk membeli air galon isi ulang Rp 7 ribu. Sementara untuk kebutuhan MCK harus membayar Rp 65 ribu membeli air satu tower isi 1500 liter.
Berita Terkait
-
6 Sandal Sekelas Crocs yang Lebih Murah, Ringan, dan Anti Air
-
Kompres Demam Air Hangat atau Dingin? Ini 5 Rekomendasi Plester Penurun Panas Praktis
-
Wulan Guritno Syok! Sekolah di NTT Tak Punya Toilet Layak, Siswi Harus Tahan Malu dan Haus
-
Panduan Bertahan di Cuaca Ekstrem: Cara Menjaga Kesehatan dan Stok Air Saat Kemarau
-
Jangan Malas! Ini 5 Dampak Buruk Air Hujan Terhadap Cat Mobil Anda
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
-
4 Kontak Penting Posko THR Gianyar Siap Terima Laporan Pekerja
-
Vila di Tengah Sawah Gianyar Jadi Laboratorium Narkoba Mephedrone Bule Rusia
-
Hery Gunardi Paparkan Strategi Perbankan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Langkah Cerdas Keluarga Muda: Hindari Drama Mertua dengan Rumah Impian via BRI KPR