Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:58 WIB
Veteran asal Bali, Mangku Wayan Lanus. [Istimewa/beritabali.com]

Lanus mengatakan, jika tidak dipindahtugaskan ke Pejeng, ia pasti akan ikut gugur bersama pasukan Ciung Wanara dan komandannya Gusti Ngurah Rai dalam perang Puputan Margarana 20 Nopember 1946.

"Saat saya dipindahkan ke Pejeng, beberapa hari kemudian terjadi perang di Marga, banyak kawan-kawan saya yang mati di sana saat perang Puputan. Jika saya tidak dipindah ke Pejeng, pasti saya juga sudah mati," ujarnya.

Di hari tuanya, Lanus yang memiliki delapan orang anak ini tinggal di Desa Pejeng Gianyar. Untuk mengisi kesehariannya, Wayan Lanus membuat "katik" atau tusuk sate yang kemudian dijualnya.

Lanus berharap negara Indonesia tetap aman dan bersatu, karena menurutnya, kemerdekaan yang sudah diraih Bangsa Indonesia butuh pengorbanan yang amat besar.

Baca Juga: Cerita Gusti Ayu Agung Rai Arnila Jadi Pembawa Bendera Pusaka di Lapangan Renon

Load More