SuaraBali.id - Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 pada tanggal 17 Agustus 2022 nanti, jalan-jalan di Kota Denpasar sudah dihiasi oleh penjual bendera dan atribut bernuansa merah putih. Salah satunya adalah Aman (26), yang menjual bendera di kawasan Jl. Raya Puputan, Renon, Denpasar, Bali.
Aman yang merupakan warga asli Bandung tahun ini pergi ke Bali bersama rombongan teman-temannya saat menjelang Bulan Agustus. Ia pun meraup untung besar selama berdagang bendera di momen hari kemerdekaan Republik Indonesia ini.
“Ke sini sama teman-teman. Semuanya 5 orang, semuanya juga jualan bendera,” ujar Aman saat diwawancarai pada Senin (15/8/2022).
Bendera yang dijual Aman juga beragam variasinya. Dari bendera kain kecil yang dijual seharga Rp 5.000 hingga bendera dinding yang dijual dari kisaran harga Rp 250.000-Rp 350.000. Bahkan, Aman yang juga menjual bendera plastik kecil sudah kehabisan stok karena banyak pelajar yang membeli untuk perayaan kemerdekaan.
Aman mengatakan bahwa dalam sehari ia bisa meraup keuntungan ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
“Kalau lagi ramai, paling banyak bisa Rp 1 juta, kalau biasa minimal dapat Rp 300 ribu,” katanya.
Meski sudah berjualan bendera sejak tahun 2017, namun Aman mengaku tahun ini merupakan kali pertama ia berjualan di Bali, sebelumnya Aman berjualan di Jawa Barat. Ketika ditanya kenapa memutuskan untuk berjualan di Bali, ia menjawab
“Soalnya dapat info dari teman kalau di sini lebih ramai, dan setelah saya jualan memang lebih ramai (di Bali).”
Di Bandung, sehari-hari biasanya Aman berprofesi sebagai penjahit tas. Namun, saat mendekati bulan Agustus, waktu bekerjanya ia alihkan untuk berjualan bendera dan atribut merah putih.
Setiap hari, Aman membuka lapak jualannya dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam. Namun, meski sudah mendapat tempat untuk menggelar barang dagangannya, Aman mengaku pernah ditertibkan oleh aparat.
“Pernah waktu Senin kemarin (8/8/2022), langsung disuruh beresin. Semuanya (penjual bendera) kena. Ya, begitulah risikonya” cerita Aman.
Walaupun begitu, pria yang mengenakan ikat kepala merah putih saat berjualan itu tidak kapok dan tetap berjualan bendera saat musimnya tiba. Terlebih, Aman juga memperoleh pendapatan yang mencukupi selama menjual bendera dari akhir Juli hingga Agustus.
Setelah masa berjualan bendera usai, Aman akan kembali ke Bandung dan rutinitas Aman kembali seperti normal.
“Ya, paling besok terakhir, setelah itu balik lagi (ke Bandung),” begitu tutupnya sembari melayani pembeli yang baru mampir ke lapak Aman.
Kontributor Bali : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Euforia Sambut Piala Dunia 2026 di Bandung
-
Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Jadi Presiden pun Masih Sering Diejek!
-
Semangat Kebersamaan dan Interaksi Bermakna Warnai Nadaloka 2026
-
Bali United Lepas Yusuf Meilana, Kembalikan ke Persik Kediri
-
Persib dan Borneo FC Tantang Raksasa ASEAN, ACC 2026/2027 Diprediksi Sengit
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Satu Santri Tewas Dibakar, Satu Guru Tersangka Kejahatan Seksual di Pesantren
-
Viral Video 3 Santri Dibakar di Lombok, Satu Meninggal
-
Malam Hari Tiba-tiba Dingin? BMKG Jelaskan Fenomena 'Bediding' yang Viral
-
Bali United Akhiri Kerja Sama Peminjaman Yusuf Meilana
-
Kasus Vila Sekotong Lombok: 30 Warga Australia Rugi Rp86,5 Miliar