Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Selasa, 09 Agustus 2022 | 11:03 WIB
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Imam Fauzi (kiri), mengecek kapal patroli baru di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. [ANTARA/Awaludin]

"Dengan intensitas kegiatan di lapangan yang semakin tinggi, terus wisata semakin ramai, otomatis butuh sarana yang lebih bagus dan juga keamanan dan keselamatan di kawasan konservasi," ucapnya.

Ia mengatakan perairan Gili Matra terbagi atas zona inti dan zona pemanfaatan terbatas. Di dalam kawasan konservasi perairan tersebut, terutama di zona inti terdapat terumbu karang dan padang lamun yang harus dijaga kelestariannya dan tidak boleh ada aktivitas, kecuali pendidikan dan penelitian.

Padang lamun adalah ekosistem khas di laut dangkal pada wilayah perairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi oleh tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin.

Oleh sebab itu, kata Imam, penting sekali dilakukan pengawasan untuk mencegah tindakan pemanfaatan kawasan konservasi secara tidak terkendali dan asal-asalan yang bisa berdampak terhadap kelestarian ekosistem.

"Katakanlah menyelam ke dalam laut kalau asal-asalan menyelam injak karang kan repot, snorkeling (menyelam permukaan) juga begitu. Aktivitas perikanan juga kita pantau. Dulu kan pernah ada kasus penangkapan ikan pakai kompresor dan pakai bom ikan. Alhamdulillah sekarang sudah turun drastis," katanya. (ANTARA)

Load More