SuaraBali.id - Warga diminta untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada akhir pekan ini. Imbauan ini diberikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Potensi angin kencang bisa terjadi di wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur. Selain itu di wilayah Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Dompu dan Kota Bima.
"Potensi angin kencang terjadi di 10 kabupaten/kota di NTB," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Zaenudin Abdul Majid Lombok, Ari Wibianto, Jumat (5/8/2022).
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dengan adanya angin kencang tersebut.
Seperti atap rumah yang mudah terbang, pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum lainnya.
"Tetap berhati-hati saat terjadi angin kencang," katanya.
Selain itu, BMKG mengimbau warga untuk mewaspadai gelombang tinggi mencapai 2 meter di wilayah selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Sape hingga Samudra Hindia di perairan Nusa Tenggara Barat
"Warga harus mewaspadai gelombang tinggi yang bisa mencapai 2 meter atau lebih dengan kecepatan angin 27 knot di perairan NTB," katanya.
BMKG juga menyatakan, risiko cukup tinggi terhadap pelayaran dampak gelombang tinggi, sehingga para nelayan diharapkan untuk tidak pergi melaut untuk mengantisipasi adanya dampak dari cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi dalam pekan ini.
Baca Juga: Ketua RT Ikut Mencuri HP Karena Iba Dengan Rekan yang Gadaikan Sertifikat
"Warga di pesisir pantai di wilayah NTB tetap waspada terhadap dampak gelombang yang akan terjadi," katanya.
Berita Terkait
-
BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau
-
Redam Kepungan Polusi, Modifikasi Cuaca Digelar di Langit Jakarta Hingga 28 Oktober
-
Usai Diterjang Puting Beliung, Ratusan Rumah di Bandung Barat Rusak
-
BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir
-
14,3 Ton Bahan Semai Dihabiskan untuk Atasi Karhutla, Hujan Belum Turun di Kalteng
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN