SuaraBali.id - Pemkab Karangasem disebut secara tidak langsung tidak mempercayai hasil kerjanya sendiri. Pernyataan itu disampaikan dewan lantaran ASN dan Non ASN diterjunkan sebagai tukang pengumpul data dalam program satu data.
Menurut salah seorang anggota DPRD Karangasem, I Nyoman Mardana Wimbawa, ST. Pemda Karangasem sejatinya telah memiliki OPD terkait yang mengantongi basis data seperti misalnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diadukcapil) terkait data kependudukan dan juga Dinas Sosial terkait dengan data kemiskinan di Karangasem.
Terlebih ada juga Badan Pusat Statistik (BPS) yang tentunya memang ahlinya di bidang data dan pastinya data yang disajikan itu adalah data valid yang tentunya diperoleh dari cara dan mekanisme statistik yang mereka miliki.
"Harusnya data tersebut bisa kita ambil dari Dinas terkait karena kita juga menganggarkan di Dinas tersebut setiap tahunnya. Di samping itu ada juga BPS dari pusat, sudah tentu data yang mereka sampaikan itu valid, tapi kenapa justru melaksanakan sesuatu melibatkan petugas yang tidak kredibel, seolah-olah tidak percaya dengan hasil kinerja pemerintah itu sendiri," kata Mardana dalam Raker Gabungan Komisi DPRD Karangasem yang telah berlangsung pada Rabu (3/8/2022), dikutip dari Berita Bali.
Pihaknya setuju dan sangat mendukung program satu data tersebut, tetapi tentu harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan di dukung dengan anggaran yang memadai.
Selain itu juga harus memperhatikan tupoksi sehingga apakah dikerjakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah pada Kamis (4/8/2022), Sekda Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta mengatakan, pihaknya secara prinsip menerima seluruh masukan yang telah disampaikan.
Namun menurut Sedana Merta, tidak ada maksud seperti itu, pihaknya mempercayai seluruh data yang ada di masing-masing OPD maupun Badan.
Dengan data yang dihasilkan ke depannya seluruh data tersebut akan dikombinasikan dan dikroscek kembali sebagai data menyeluruh.
"Kita percaya, nanti kita akan kombinasikan data, tetap ada kroscek, kita ingin mencari data menyeluruh, ada masukan yang diberikan prinsip kita menerima masukan dan akan kita sampaikan kepada pimpinan," ujar Sedana Merta.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, ada beberapa proses pendataan di Kabupaten Karangasem yang dilakukan baik oleh OPD maupun badan yang terkoneksi bahkan hingga ke kementrian seperti diantaranya, sensus milik BPS, data penduduk Disdukcapil, data SDGS kementrian Desa, DTKS Kemensos dan data P21 BKKBN.
Khusus untuk data terpadu kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementrian Sosial, proses pendataan dilakukan di tingkat Desa diinput secara online oleh operator khusus yang ada di masing-masing Desa. Data tersebut di-update setiap bulan dan sewaktu-waktu tergantung perubahan data yang ada di desa.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Patut Ditiru! Hendak Diberikan Vaksin Booster Sejumlah ASN di Wilayah Ini Malah Kabur Lompat Pagar Kantor Bupati
-
Ekspor dan Impor Kaltim Juni 2022 Naik 124,23 Persen
-
Isi Kekosongan, Pemko Padang Bakal Lelang 4 Jabatan Kepala Dinas
-
Polisi Kantongi Nama ASN Calon Tersangka Penyebar Video Call Mesum di Lombok Utara
-
BPS Ungkap Program KB di Sumbar Terbanyak Diikuti Usia 35-39 Tahun
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Deepfake Menkeu Purbaya Viral di TikTok, BRI Ingatkan Bahaya Penipuan Digital
-
Bagikan Dividen Rp3,5 Triliun, Ini Daftar Jajaran Direksi Indosat Yang Baru
-
Mengapa Perjalanan 20 Hari Para Biksu Ini Jadi Sorotan Dunia?
-
Teddy Indra Wijaya Kian Populer, Pengamat: Publik Mulai Bertanya, Dipersiapkan Jadi Apa?
-
Waspada! Sapi Berdokumen Palsu dari Jembrana Terungkap, Karantina Bali Amankan 25 Ekor