Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 18 Juni 2022 | 13:17 WIB
Ilustrasi pernikahan sesama jenis [Shutterstock]

SuaraBali.id - Viralnya kasus pernikahan sesame jenis di laman Twitter masih jadi pembahasan hingga saat ini. Cerita tersebut berasal dari sebuah thread @FashionkuStyle yang menceritakan pengalaman memilukan perempuan korban aksi penipuan.

Adapun penipunya adalah suaminya sendiri yang ternyata seorang perempuan juga atau sesama jenis. Bukan hanya ditipu ia juga mengalami pelecehan seksual hingga hampir dibunuh oleh suami abal-abal tersebut.

Perempuan berinisial NA (22) tersebut berasal dari Jambi. Ia tak menyangka bahwa mahligai pernikahannya hancur berantakan hingga menyisakan trauma.

Ia berkenalan dengan suami abal-abalnya tersebut dan telah membina rumah tangga selama 10 bulan.

Pria tersebut mengaku bernama Ahnaf Arrafif. Namun ternyata orang yang dinikahinya itu seorang perempuan. NA di dalam threadnya juga mengatakan korban pelecehan seksual hingga hampir dibunuh.

Tak hanya itu, korban mengaku bahwa pelaku juga membuatnya rugi Rp300 juta. Selain itu menurut korban, pelaku juga melakukan pemalsuan identitas, pemalsuan gelar akademik serta pelecehan agama.

Pelaku menurut korban sejak awal mengaku bahwa ia adalah seorang mualaf.

"Seseorang yg mengaku bernama petrus gilbert arrafif seorang mualaf yg hendak mencari pasangan hidup (istri) dari sini ia mulai chat sya & mengajak berkenalan. Setelah berkenalan selama 2 minggu. Ia datang kerumah saya dijambi. Berniat utk melamar sya. Notes tdk membawa identitas," tulis korban di akun Twitter pribadinya.

Cerita korban ini pun menjadi viral di sosial media. Publik memberikan dukungan agar pelaku bisa mendapat hukuman setimpal.

Bahkan yang terbaru, korban dalam unggahannya menyebut bahwa aksi pelaku mendapat dukungan dari pihak keluarga.

"Bukti tambahan tgl 06 okt 2021 bahwa pelaku di dukung oleh keluarganya," tulis korban dengan menyertakan bukti pesan singkat antara dirinya dengan seseorang yang mengaku adik pelaku.

"Tgl 09 okt 2021 Saya selalu di cuci otak oleh keluarganya dg harus mempercayai alasan² mereka. Seperti chat adek pelaku ini," tambah korban.

Identitas pelaku

Sementara itu menurut Humas Kejati Jambi Lexy Fatharany mengatakan, nama pelaku sebenarnya adalah Erayani.

Kasus penipuan pernikahan sesama jenis ini terbongkar saat korban menjadi saksi kasus penipuan gelar akademis di pengadilan negeri Jambi.

“Korban berkenalan dengan terdakwa di aplikasi online dan mulai saling suka dan tiga bulan kemudian menikah secara siri,” kata Lexy mengutip dari Bogordaily.net--jaringan Suara.com, Sabtu (18/6/2022).

Sedangkan dalam fakta persidangan, yang bersangkutan sempat foto prewedding dan akhirnya menikah pada Oktober 2021.

“Terdakwa mulai tinggal bersama dengan orangtua korban di Jambi. Mulai berkenalan dan dia mengaku sebagai dokter. Ayah korban mengalami stroke dan terdakwa seolah-olah melakukan tindakan medis, yaitu melakukan pengobatan dan akhirnya mulai meminta uang,”

Dari saksi-saki yang dimintai keterangan saat persidangan, tersangka ternyata punya kelainan seksual, yaitu penyuka sesama jenis.

Load More