SuaraBali.id - Cara unik warga Desa adat Apit Yeh, Manggis, Karangasem, Bali dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang mereka terima adalah dengan perang Ketipat.
Bukan perang berdarah-darah namun mereka “berperang” menggunakan ketupat.
Bendesa Adat Apit Yeh, I Nengah Kuta, seperti sebutannya "Perang ketipat" warga Desa Adat Apit Yeh yang sebelumnya sudah dibagi menjadi dua kelompok berperang.
Mereka melakukannya dengan cara saling lempar menggunakan ketipat (ketupat).
Dimana ketupat yang menjadi senjata ini ditempatkan tepat di areal pertigaan yang ada di wilayah Desa Adat setempat.
Perang Ketipat ini merupakan salah satu tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun oleh para tetua di Desa Adat Apit Yeh sebagai ungkapan rasa syukur atas anugrah Ida Bhatari Sri sebagai manifestasi Tuhan.
Hal ini karena telah memberikan hasil panen yang melimpah mengingat sebagian besar warga merupakan petani.
"Tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali tepatnya 15 hari setelah prosesi "Mebiukukung" di sawah, dan kebetulan pelaksanaan perang tipat nya jatuh tepat pada hari ini," tutur Bendesa Nengah Kuta Kamis (19/5/2022) sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Sebelum dilaksanakannya tradisi tersebut, masing - masing warga menghaturkan sebanyak 2 kelan atau 12 biji ketipat (ketupat) ke Pura Puseh dan kayangan tiga yang ada di Desa Adat setempat.
Baca Juga: Balinale Akan Digelar di Beachwalk Kuta Hadirkan 63 Film dari 26 Negara
Nah setelah dihaturkan, barulah ketupat tersebut digunakan sebagai senjata dalam tradisi perang ketipat tersebut.
Menariknya, selain sebagai ungkapan rasa syukur. Ketupat yang sudah dilemparkan dalam tradisi perang ketupat tersebut biasanya menjadi rebutan warga untuk dibawa pulang dan diberikan kepada hewan ternak.
Menurut kepercayaan, jika ketupat yang telah digunakan atau dilemparkan saat tradisi tersebut diberikan kepada hewan ternak maka ternaknya yang dipelihara akan subur dan terhindar dari penyakit.
Berita Terkait
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Pesta Layang-layang Dunia Warnai Pantai Sanur Bali
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United
-
Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan