SuaraBali.id - Seorang bule perempuan viral di Tiktok karena aksi protesnya setelah kena tilang dan menyebut polisi tersebut melakukan korupsi. Hal ini ia sampaikan melalui akun Tiktok pribadinya @lerusi_k.
Ia mengatakan jika semua orang yang berkunjung ke Bali harus berhati-hati karena polisi di sana akan menghentikan pengendara di jalan.
Ia mengaku telah dipalak dan dimintai sejumlah uangnya oleh salah satu oknum polisi Bali. Dirinya juga menyebut oknum polisi ini sebagai fucking corruption police.
"Mereka akan memeriksa segala dokumen mu, dan mendapatkan semua uangmu, dan kau akan memberikan semua uangmu kepada polisi korupsi ini," katanya.
Karena unggahannya itu, banyak warganet tidak terkecuali aktivis Bali Ni Luh Djelantik bahwa pernyataannya itu tidak sesuai dengan pelanggan yang ia lakukan.
"Menggiring opini publik dengan mengatai f*ck1ng police korupsi, kalau gak ada bukti bisa kena pasal pembohongan publik dan pencemaran nama baik," tulisnya dalam @niluhdjelantik.
Namun bule satu ini sudah mengakui kesalahannya, ia mengaku dan telah meminta maaf karena saat itu terbawa emosi sehingga berinisiatif membuat konten yang berisi kekesalannya itu.
Meskipun demikian, ia telah membuat opini buruk tentang polisi atas kesalahpahaman yang ia lakukan.
Ni Luh Djelantik mengatakan jika bule ini harus memberikan klarifikasinya atas pernyataan kelirunya itu, mengingat pernyataan yang ia sampaikan dapat mempengaruhi kenyamanan baik setiap wisatawan dan warga Bali.
Baca Juga: Lebih Memilih Mars Partai Daripada Cocomelon, Balita Ini Disebut Cocok Jadi Kader Hary Tanoe
"You need to clarify the exact situation, not just by saying sorry, now that you‘ve created tensions between Indonesian people.
You’ve generalized the police and now some Indonesian people made a terrible comments about police on social media. Is this what you want ???," terang Ni Luh Djelantik.
Kontributor : Sekarsari
Tag
Berita Terkait
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
-
Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban
-
Viral karena Nyungsep di Panggung Wisuda: Antara Niat Selfie dan Hilangnya Etika?
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai