SuaraBali.id - Ratusan penduduk pendatang (Duktang) dari wilayah Nusa Tenggara tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Bali, pada Minggu (15/5/2022). Belasan orang terjaring razia karena tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Berdasarkan manifest penumpang, ada 612 pendatang yang turun dari Kapal Motor (KM) Awu yang berlabuh dari Bima Nusa Tenggara Barat dan bersandar di Pelabuhan Benoa. Di pintu masuk kedatangan, petugas gabungan dari Pemerintah Kota Denpasar memeriksa identitas dan barang bawaan pendatang.
Petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Satpol PP Kota Denpasar mendapati 14 orang yang identitasnya tidak lengkap, tanpa KTP hanya membawa kartu keluarga (KK) dan SIM (Surat Izin Mengemudi) saja.
Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra menegaskan bahwa tujuan dari pemeriksaan ini ialah untuk memastikan tujuan dari para pendatang yang masuk ke Bali.
Pihaknya tak segan-segan menahan bagi yang kedapatan tidak memiliki identitas lengkap atau non aktif di pendataan. Maupun tidak memiliki tujuan yang jelas datang ke Bali.
"Kalau tidak punya tujuan jelas, kami tahan dulu," tegas Gung Bawa saat diwawancara awak media.
Dari 14 orang yang identitasnya tidak lengkap, beberapa diantaranya mengaku KTP-nya hilang, hanya yang memiliki surat keterangan kehilangan saja yang bisa dibantu oleh Disdukcapil untuk pencetakan KTP baru.
Lalu, ada satu orang yang kartu identitasnya sudah non-aktif di data base kependudukan sementara dibawa ke Kantor Satpol PP Denpasar, jika tidak ada keluarga di Denpasar yang menjemput maka bakal dipulangkan oleh Dinas Sosial.
Orang tersebut hanya membawa KK dan berusia 17 tahun.
Baca Juga: Hadiri Pagelaran Nuwur Kukuwung Ranu, Wagub Cok Ace Ungkap Makna Tumpek Wariga Kepada Menteri
"Katanya akan dijemput kakaknya. Kalau tidak dijemput kami sampaikan ke Dinas Sosial Denpasar dan nanti akan dikoordinasikan dengan Dinsos Provinsi Bali untuk pemulangan ke daerah asal," papar dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar, Ni Luh Lely Sriadi menuturkan bahwa kapasitas Disdukcapil di sini hanya melakukan pemeriksaan saja.
"Jika hilang buat surat keterangan hilang. Yang sudah bawa surat keterangan kami cetak langsung, kami lakukan cek data mereka," katanya.
Salah satu penumpang berinisial M dari Sumbawa Barat, NTB, mengaku bahwa KTP nya hilang sehingga dia hanya membawa bekal KTP dan KK saja.
M bukan kali pertama ke Bali, melainkan ia baru saja mudik ke kampung halamannya dan saat ini kembali ke perantauan di Bali, selama di Bali ia tinggal di kawasan Mengwi, Badung
"KTP saya hilang, masih KTP Jawa Timur harus cabut berkas katanya ke sana," tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026
-
Stop 'Open Dumping'! Menteri LH Ancam Pidana Penjara hingga 15 Tahun bagi Pemda Bandel
-
BRI Catat 43% Karyawan Perempuan, Capai 36.000 dari Total 86.000 Pekerja
-
Tiga Perempuan Dalam Jajaran Pemimpin BRI Cetak Prestasi di Infobank 500 Most Outstanding Women 2026