Ia bersyukur sampai saat ini dikandang belum ada sapi-sapi yang sakit. Ketika awal merebaknya virus PMK, kandang-kandang langsung disemprot dan lebih memperhatikam kebersihan kandang dan pakan yang diberikan.
"Alhamdulillah di kandang ini gak ada yang kena," ujarnya.
Saat dinyatakan Lombok Timur positif PMK, kata Haerudin kandang-kandang sapi disemprot dengan cairan disinfektan dan memperhatikan kebersihan kandang, melarang warga untuk masuk masuk kandang secara sembarangan.
"Kandang udah disemprot. Peternak yang keluar masuk kami perhatikan," katanya.
Meskipun pasar hewan ditutup tiga pekan, Haerudin mengaku tidak masalah. Sebab selama tiga minggu ia bersama para peternak lainnya dapat memperhatikan pola makan ternak dan fokus untuk kesehatan-kesehatan ternak lainnya.
"Katanya sih ditutup tiga minggu, ya gak apa apa namanya juga penyakit," pungkasnya.
Kontributor: Toni Hermawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Jadi Idola Gen Z, Ini Kelebihan Macbook Dibanding Laptop Lain
-
Tradisi Unik Jelang Ramadan di Tengah Umat Hindu Bali
-
Ingin Tetap Langsing Saat Puasa? Ini Tips Diet di Bulan Ramadan
-
Kepala Kantor BPN Bali Lawan Penetapan Tersangka Lewat Praperadilan
-
Status Gunung Ile Lewotolok Naik Jadi Siaga, Ribuan Gempa Tercatat