SuaraBali.id - Jembatan Mamo yang berlokasi di Jalan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, menawarkan pesona keindahan pemandangan sunset yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.
Dibalik keindahan pemandangan dari Jembatan Mamo yang kerap dijadikan spot foto-foto para wisatawan menyisakan insiden tragis, seorang Bule asal Kanada Sadri Alesasandro (35 tahun) diduga terpeleset. Kemudian terjatuh ke dalam jurang sekira 50 meter.
Beruntung, nasib baik masih berpihak pada Sadri. Ia ditemukan masih dalam kondisi selamat di dalam jurang meskipun kondisinya penuh luka dan cedera parah.
Kejadian itu menggegerkan warga. Sebelumnya warga curiga adanya sepeda motor di sebelah barat yang masih dalam kondisi hidup namun tidak ada pemiliknya, setelah dicek terdapat bule yang jatuh ke jurang dan itu adalah Sadri.
Polisi kemudian menggali keterangan dari para saksi si tempat kejadian perkara (TKP) dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (7/5/2022) malam.
"Korban terjatuh ke bawah jembatan diperkirakan melakukan foto selfie. Mengingat sering ditemukan beberapa tamu melakukan aktivitas foto-foto pada saat sunset," ujar Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Ketut Sugiarta Yoga dalam keterangannya, Minggu (8/5/2022).
Melihat korban tergeletak tak berdaya, warga melapor ke Balawista setempat dan meminta bantuan Basarnas Bali untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Karena sulitnya medan proses evakuasi memakan waktu sekitar satu jam.
"Korban berhasil diselamatkan dan dibawa dengan Ambulance Masjid Palapa menuju RS. Bali Jimbaran," jelasnya.
Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada menjelaskan, 9 personel Basarnas Bali langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan.
Baca Juga: Cerita Ojol Disetop Bule di Jalan, Syok Lihat Tingkahnya Sambil Pegang Ponsel
Darmada menjelaskan, medan evakuasi yang terjal dan vertikal sehingga personel Basarnas perlu menggunakan alat mountaineering untuk proses evakuasi.
"Ketinggian jembatan sampai ke dasar tanah diperkirakan 50 meter. Melihat medan evakuasi, maka tim dilengkapi dengan peralatan mountaineering," ujarnya.
Proses evakuasi pun memakan waktu cukup lama karena sulitnya medan, personel Basarnas membutuhkan waktu 1 jam untuk mengevakuasi korban.
"Ketika personil diturunkan untuk mengecek kondisi korban, diketahui masih selamat," ungkapnya.
Setelah diketahui masih selamat namun mengalami luka-luka, tandu segera diturunkan dan korban diangkat ke atas jembatan. Terlihat korban mengalami luka-luka dan diagnosis awal ia mengalami patah lengan kiri.
"Evakuasi membutuhkan waktu cukup panjang, karena memperhitungkan kondisi korban yang jatuh dari jembatan. Pemindahan korban betul-betul diperlukan kehati-hatian dan kecermatan, sehingga akhirnya tim SAR gabungan berhasil menolong korban dalam kondisi selamat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
- Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Eks Kakanwil BPN Bali Resmi Ditahan Polda Bali
-
Renggut 3 Nyawa! WNA China Ditemukan di Tambang Ilegal Sumbawa
-
Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga
-
Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Bukti Nyata Dukung Olahraga Nasional