"Dengan kekuatan gempa sampai 9 magnitudo, gedung ini masih bisa, maupun bertahan dengan terpaan gelombang tsunami, bisa masih berdiri kokoh karena didesain sedemikian rupa," ucapnya.
Joni menjelaskan, time limit untuk menyelamatkan diri dari terjangan Tsunami setelah muncul bunyi sirine peringatan ialah maksimal 20 menit, untuk secepatnya mengamankan diri dengan evakuasi secara vertikal.
"Secepatnya sejak alarm berbunyi itu sudah ada potensi sudah terjadi gempa kemudian ada potensi tsunami paling tidak 20- 30 menit kemudian air sudah sampai di tempat ini. Oleh karena itu masyarakat seger harus mencari tempat tinggi evakusasi vertikal paling aman. Kalau horisontal menyongsong air yang datang," bebernya.
"Kalau di pesisir pantai misal Sanur, gedung Bali Beach bisa dijadikan tempat untuk mengamankan diri atau menyelamatkan diri karena gedung memiliki ketinggian di atas 15-20," sambung Joni.
Terkait pelibatan pelajar, dikatakan Joni, merupakan bagian dari program Siswa dan Guru Siaga Tsunami, Sekolah Aman Bencana serta progran BMKG Goes to School yang diharapkan para pelajar ini juga menyebarkan kepada lingkungan terdekatnya seperti orang tua, saudara.
Di luar momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana, minimal satu bulan sekali, BPBD juga rutin memberikan pelatihan mengenai evakuasi mandiri bencana alam agar terpatri dalam diri pentingnya mengetahui dan memahami evakuasi yang tepat dengan time limit yang pas. (*)
Kontributor Bali : Yosef Rian
Berita Terkait
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa