SuaraBali.id - Peredaran gelap narkotika di wilayah Bali kembali terkuak. Kali ini Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali kembali mengungkap kasus besar narkotika di Pulau Dewata yang barang buktinya mencapai 38 kilogram.
Narkoba tersebut berasal dari 3 tersangka pengedar narkoba yang mana salah satunya berasal dari ormas ternama di Bali. Adapun barang haram tersebut didapati dari sebuah villa di wilayah Kerobokan, Badung, Bali.
Bahkan, kabarnya tidak hanya narkoba jenis sabu saja yang berhasil diamankan namun aneka ragam narkoba diamankan dari tangan terduga pelaku seperti pil ekstasi, ineks, kokain dan ganja.
Selain itu, dari informasi yang dihimpun SuaraBali.id, barang haram tersebut diperoleh dari seorang bule.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Atau Azan Magrib Wilayah Denpasar dan Sekitarnya Sabtu 9 April 2022
Dua orang tersangka diamankan di sebuah rumah atau villa yang terletak di belakang Lapas Kerobokan, Kuta Utara, pada Jumat 8 April 2022 sekitar pukul 21.30 Wita. Satu tersangka anggota ormas di lokasi berbeda di sebuah rumah di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat.
Namun demikian saat ini nama identitas tersangka belum bisa dibeberkan lantaran masih dalam pengembangan kepada para pelaku lain yang juga melibatkan tersangka.
Dijelaskan oleh sumber yang dapat dipercaya bahwa para pengedar ini ada 6 orang yang sudah menjadi target polisi. Dengan jumlah pelaku demikian, sehingga polisi menunggu waktu yang tepat untuk melakukan upaya penangkapan.
"Jumlah sabu-sabu sebanyak 38 kg. Ada juga ganja dan ekstasi. Ini tangkapan besar dan sejarah bagi Ditresnarkoba Polda Bali," ujar sumber di Polda Bali yang membeberkan pengungkapan itu, pada Sabtu (9/4/2022).
Secara terpisah oleh SuaraBali.id, Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombespol Syamsi membenarkan pengungkapan narkoba dalam jumlah fantastis itu dan saat ini kasus tersebut masih dikembangkan anggota Ditresnarkoba Polda Bali.
Baca Juga: Bos Bali United Dan Deddy Corbuzier Bersatu, Warganet Berspekulasi Akan Ada Investor Baru
"Penjelasan Direktur Reserse Narkoba bahwa hari Senin rencananya dilaksanakan konferensi pers, karena kasus saat ini masih dikembangkan," papar Syamsi.
Berita Terkait
-
Apes, Dipakai Mudik Mobil Daihatsu Xenia Malah Rusak Kena Ledakan Balon Udara
-
Soal Amnesti, Menkum: Kemungkinan Napi Narkoba Hanya Ada 700 Orang yang Dapat
-
Bali United Rebutan Dapat Jordi Amat dengan Raksasa Liga 1 Indonesia?
-
7 Potret Anita Hara Menikah dengan Jeson Siregar di Nusa Dua Bali
-
Bandara Ngurah Rai Tutup Total saat Nyepi 2025: Catat Jadwalnya!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dulu Turis Langsung ke Gili Trawangan, Kini Senggigi Dibidik: NTB Ubah Strategi Pariwisata
-
Meninggal di AS Saat Nyepi, Mahasiswi Asal Buleleng Ini Sempat Pesan ke Ayah Ibu Agar Tenang
-
Dianggap Rezeki, Nelayan Kuta Panen Ikan Layur, Sekali Melaut Puluhan Kilogram
-
Obat Rindu di Balik Jeruji: Lapas Lombok Barat Sediakan Video Call Gratis untuk Warga Binaan
-
Setelah Lebaran Harga Ayam dan Cabai di Bali Mulai Alami Penurunan