SuaraBali.id - Pelajar SMP berinisial Putu DY (14) melakukan pencurian uang sesari di Pura sebanyak 150 TKP, sejak Januari 2021 lalu. Aksinya baru berhenti setelah beraksi di Pura Dalem Jati Banjar Blungbungan, Desa Penarungan, Mengwi, Badung, Bali pada Selasa 22 Maret 2022.
Pasalnya ia ketahuan pengempon pura dan ditangkap petugas Bhabinkamtibmas setempat. Kasus Putu DY pun viral di media sosial.
Kronologi kasus ini terjadi sekitar pukul 10.00 WITA ketika pemangku pura, yakni Jro Mangku I Wayan Budaya, sedang bersih-bersih setelah piodalan. Pemangku berusia 56 tahun itu sempat menjemur uang sesari yang basah di halaman pura.
Akan tetapi pemangku tersebut kemudian heran saat mendapati uang tersebut berkurang. Jumlahnya sekitar Rp6,7 juta. Uang tersebut mendadak hilang.
"Diperkirakan saat pemangku menjemur uang sesari yang basah, pelaku menyelinap masuk ke pura," beber sumber, Rabu 23 Maret 2022 sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
Pemangku lantas menanyakan ke pengempon pura. Ternyata, pengempon mengaku baru saja melihat ada seorang remaja yang tampak tergesa-gesa meninggalkan lokasi.
Keduanya pun lekas mengejar remaja tersebut dan saat mengejar mereka bertemu petugas Bhabinkamtibmas Desa Penarungan yang sedang melaksanakan pengamanan pada upacara di pura.
"Tak lama pelajar itu ditangkap warga dan petugas bhabinkamtibmas," ungkapnya.
Warga kemudian mengabadikan remaja yang beraksi memakai pakaian adat Bali itu melalui rekaman video hingga viral di medsos. Dalam video yang beredar di medsos, pelajar itu terlihat digiring Polisi ke Pura dan diajak berkeliling serta diinterogasi.
Namun ternyata Putu DY tidak hanya melakukan pencurian di Mengwi. Ia juga mencuri di daerah lain yaitu di wilayah Tabanan dan Badung.
"Pelajar ini maling lintas kabupaten," terang sumber lagi.
Lebih mencengangkan lagi, pelajar asal Tabanan ini diketahui sudah beraksi sebanyak 150 TKP di berbagai lokasi sejak Januari 2021.
Mulai dari Kabupaten Tabanan dia menyatroni berbagai Pura di Desa Apuan, Desa Darma Penebel, Desa Marga, Desa Baru, Desa Bringkit, Desa Kuwum Marga, Desa Tinungan, Desa Tua Desa Tegeh Apuan, Desa Petiga, Desa Bunutan Apuan, Desa Basang Be.
Kemudian, di Desa Bunyuh, Desa Sandan, Puncak Padang Dawa, Kalibubuk Apuan, Desa Raden Marga, Kabangan Apuan, Bunutan Apuan, Desa Angsri, Pekilen Marga, Slingsing Kediri, Pura dalem Jelantik apuan, Pucak Kembar, Candi Kuning, Geluntung, Cau Tua dan Blayu.
Bahkan remaja nakal itu sudah melanglang buana sampai ke Kabupaten Bangli seperti Pura Batur Kintamani dan Desa Peninjoan. Hingga Kabupaten Buleleng yakni Desa Pacung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
Terkini
-
5 Fakta Terbaru Penanganan Kejahatan Turis Asing di Pulau Dewata
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas IX Halaman 110 Kurikulum Merdeka: Hati-Hati Tukang Tipu!
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas VII Halaman 98 Kurikulum Merdeka: Membuat Sorbet Buah
-
Kunci Jawaban Informatika Kelas X Halaman 22 Kurikulum Merdeka : Data, Informasi dan Validasi
-
Jadi Idola Gen Z, Ini Kelebihan Macbook Dibanding Laptop Lain