SuaraBali.id - Cuaca di atas Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB menjadi suatu tantangan yang sulit diprediksi oleh penyelenggara MotoGP di Mandalika. Demi acara balapan bisa berjalan dengan sempurna segala cara dilakukan termasuk upaya menghalau hujan.
Panitia Mandalika Grand Prix Association (MGPA) pun berupaya dengan menjalankan kepercayaan atau kearifan lokal. Salah satunya adalah dengan mempekerjakan seorang pawang hujan.
Adapun juru 'pengotak-atik' cuaca itu sampai didatangkan dari Bali untuk bekerja di kawasan Sirkuit Mandalika. Ia adalah Rara Isti Wulandari yang mendapat julukan Mrs Pawang atau The Prayer oleh pihak Dorna.
Perempuan yang karib disapa Rara itu memang secara resmi dipekerjakan Indonesia Tourism Development Corporation selaku perusahaan BUMN pemilik Sirkuit Mandalika. Ia juga membawahi MGPA selaku panitia penyelenggara.
Hingga saat ini Rara sudah dipekerjakan ITDC dan MGPA sejak hari terakhir World Superbike (WSBK). Dia mengklaim diminta langsung oleh Menteri BUMN dan Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer.
"Di WSBK itu hari terakhir dan [jadi pawang hujan] jarak jauh. Nah habis itu bulan Februari 2022 pak Erick Thohir ada acara di Jakarta. Ketemu pak Erick, pak Barry (Abdulbar) ITDC, lalu saya di bawa ke sini. Jadi dari pre-season dan acara ini. Pre-season itu 11-13 Februari sukses," kata Rara Isti Wulandari saat ditemui Suara.com di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/3/2022).
Menurut Rara, sejauh ini tugasnya sudah dilakukan cukup baik. Ia juga sebelumnya telah diminta untuk mengatur cuaca saat proses pengaspalan ulang lintasan pada sejak 15 Februari hingga 10 Maret.
"Pihak luar negeri [dari Dorna], mereka senang dengan pawang hujan. Aku dijuluki Mrs Pawang atau The Prayer. Saya dapat request 24 jam tidak hujan saat pengaspalan 6-8 Maret," ujar pawang hujan kelahiran Jayapura, Papua, 22 Oktober 1983 itu.
Terkait event utama MotoGP Mandalika 2022, Rara menjelaskan bahwa tanggal 18-19 Maret memang terjadi hujan di kawasan Sirkuit Mandalika. Namun, hal itu merupakan permintaan dari panitia demi menurunkan suhu untuk kenyamanan pembalap.
"Untuk balapan dari 18-19 Maret, paginya hujan dan siang grimis-grimis agar pebalap nyaman. Karena aspal suhunya tidak boleh sampai di atas 50 derajat celcius, otomatis cuaca di atas tak boleh panas, otomatis panggil hujan dan mendung, tapi tak boleh sampai banjir," beber Rara yang mengaku memeluk kepercayaan kejawen ini.
"Untuk balapan utama tanggal 20 Maret, saya cuma diminta cerah ceria, saya terjemahkan sendiri. Pokoknya cuaca enak. Tapi kalau pak Erick Thohir minta hujan ya kalian harus terima. Karena saya memohon demi kebaikan Indonesia," tambahnya.
Rara menuturkan bahwa dirinya mendapat bayaran cukup besar dari MGPA untuk mengatur cuaca di kawasan Sirkuit Mandalika. Ia tak menyebutkan secara jelas, namun demikian diakuinya bayarannya sampai tiga digit atau ratusan juta untuk 21 hari kerja.
"Saya dibayar MGPA dan ITDC. Bayaran saya itu tiga digit untuk 21 hari," beber Rara yang selalu beraktivitas tanpa alas kaki ketika memanjatkan doa-doa dengan harapan mengubah cuaca sesuai rencana.
Menurut Rara ia memang sudah lama menjadi spesialis pawang hujan termasuk untuk acara-acara pemerintah seperti vaksinasi masal bahkan hingga upacara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang lalu.
"Event-event yang pernah saya handle itu terdekat kemarin Liga 1 dan Liga 2 di Jakarta. Event vaksin, sentra vaksin bersama BUMN di 5 kota, saya di Jakarta tapi handle kota-kota lain, hingga opening Asian Games 2018," kata Rara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida