"Yowana Bali harus benar-benar memegang teguh kepercayaan Gubernur Bali dan MDA Provinsi Bali, untuk tertib dan taat prokes. Kita harus menjaga Bali bersama-sama, kami percaya kepada para Yowana dimanapun berada dengan pengawasan Bandesa Adat, Kelian Adat atau sebutan lain bersama Prajuru Desa Adat di 1.493 Desa Adat di Bali," tegas Patajuh Bandesa Agung Bidang Seni, Budaya, Adat dan Tradisi Dr. I Gusti Made Ngurah.
Bendesa Agung MDA Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet bahwa keputusan tersebut memiliki tujuan utama untuk membuka ruang kreativitas bagi generasi muda Bali menjalankan tradisi menyambut Tahun Baru Saka.
"Meskipun Pawai di wewidangan Desa Adat yang lebih luas tidak bisa dilaksanakan, harap agar para Yowana di seluruh Desa Adat di Bali, anak-anak yang Pangelingsir cintai, tetap bersemangat melakukan prosesi Nyomya Ogoh-Ogoh di Wewidangan Banjar, apalagi Bapak Gubernur Bali memberikan dukungan untuk kegiatan Lomba Ogoh-Ogoh dan fasilitasi test antigen," tutur Bandesa Agung.
Patajuh Bandesa Agung Bidang Hukum dan Wicara Adat, Dr. Dewa Rai menegaskan kelonggaran boleh beraktivitas dengan kapasitas 50 persen untuk kegiatan adat, keagamaan dan seni budaya, sehingga oawai ogob-ogoh tetap bisa berjalan.
"MDA Bali tentu akan mendukung anak-anaknya, yakni Yowana Bali dalam berkreativitas dan melaksanakan tradisi, jangan diragukan," ujar dia.
Sedangkan Manggala Harian Pasikian Yowana Bali, Dewa Ardita, menyatakan siap mentaati aturan protokol kesehatan dalam pawai ogoh-ogoh yang imbauannya telah ia sebarluaskan melalui media sosil.
"Telah disampaikan melalui berbagai media baik Grup Whatsapp, maupun Grup-Grup Media Sosial lain kepada Yowana Desa Adat Se-Bali. Kami sangat gembira dan bersemangat dengan dukungan dari Gubernur Bali dan MDA Provinsi Bali. Astungkara, kami akan melaksanakan komitmen untuk menjaga tetap tertib, aman dan taat prokes," ungkapnya
Dalam arak-arakahn ini penonton tidak diperbolehkan mengikuti ogoh-ogoh tersebut keliling banjar. Pengawasan dan monitoring dilaksanakan Satgas Covid-19 dari tiap banjar meliputi aparat TNI Polri, Linmas hingga pecalang.
Kontributor Bali : Yosef Rian
Baca Juga: Harmonisasi Budaya dan Keberagaman di Kampung Bali Jelang Hari Raya Nyepi dan HUT Kota Bekasi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida