Konversi tempat tidur
Menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19 yang bisa terjadi sewaktu-waktu karena terjangan varian Omicron, Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali sudah menyiapkan ancang-ancang dengan melakukan konversi tempat tidur perawatan di RS rujukan.
"Merespons lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19, kami dapat segera melaksanakan konversi layanan. Ditargetkan lebih dari 40 persen untuk RS pemerintah dan maksimal 30 persen untuk RS swasta," katanya.
Konversi layanan kesehatan di rumah sakit tidak saja mencakup konversi tempat tidur, juga penambahan alat, dan tenaga kesehatan.
Rentin yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali ini tidak menampik bahwa sebelumnya jika memperhatikan perbandingan tingkat hunian dengan BOR (bed occupancy rate) sempat terlihat tinggi.
Namun, hal itu karena tempat tidur yang dialokasikan untuk COVID-19 di 62 rumah sakit rujukan belum maksimal (masih rendah) sesuai direncanakan.
Jika melihat kondisi puncak kasus COVID-19 tahun lalu (varian Delta), saat itu total kapasitas tempat tidur yang disiapkan sekitar 3.052 tempat tidur (2.705 tempat tidur isolasi non-intensif + 347 ICU). Tetapi, hingga 17 Februari 2022, sudah tersedia 2.716 tempat tidur (2.467 non-intensif + 249 ICU).
Hal ini dikarenakan sebelumnya ada beberapa tempat tidur rumah sakit yang dikembalikan ke status untuk pelayanan pasien umum atau menyesuaikan kebutuhan masing-masing rumah sakit.
Menurut dia masih ada potensi konversi tempat tidur perawatan non-intensif maupun yang intensif (ICU). Tentunya akan ditambahkan kembali, dengan memperhatikan evaluasi perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Pakar Ini Sebut Varian Omicron Lebih Berbahaya Ketimbang Varia Delta Secara Epidemologis
Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencatat, bed occupancy rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur isolasi non-intensif hingga 17 Februari lalu sebesar 41,83 persen atau sudah terisi 1.032 tempat tidur dari kapasitas 2.467 yang disiapkan.
Selanjutnya untuk BOR tempat tidur isolasi intensif (ICU) sebesar 35,74 persen. Dari kapasitas 249 tempat tidur yang disiapkan, sudah terisi sebanyak 89 tempat tidur.
BOR di rumah sakit dalam beberapa hari terakhir sudah menurun, dibandingkan posisi sebelumnya yang sempat menyentuh angka 51,11 persen untuk tempat tidur isolasi non-intensif dan 37,02 persen untuk tempat tidur isolasi intensif (ICU).
Sementara itu, bagi masyarakat Bali yang terpapar COVID-19 dengan gejala ringan juga telah disiapkan 19 tempat isolasi terpusat yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Bali dengan kapasitas total sebanyak 1.882 tempat tidur.
Tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan menjadi hal penting yang diperhatikan Bali dalam menghadapi penambahan kasus harian COVID-19 yang masih fluktuatif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi