Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Selasa, 08 Februari 2022 | 18:45 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster saat memberikan keterangan kepada awak media di Jayasabha Denpasar, Selasa (22/12/2020) (Antaranews/Rhisma)

Hampir 90% dari mereka hanya mengalami gejala ringan. Hanya 10% yang gejalanya sedang dan 10% di antaranya masuk rumah sakit yang ternyata juga sebagai sel adalah jaringan.

"Jadi ada orang yang hanya sedikit batuk batuk, sakit tenggorokan masuk rumah sakit.  Jadi kalau itu sebenarnya tidak perlu rumah sakit, kalau itu disaring lagi, saya kira yang masuk rumah sakit itu tidak mencapai 10%," terangnya.

Dalam rangka mengatasi situasi tersebut, dia telah berkoodinasi bersama Kapolda dan Pangdam IX/ Udayana untuk mengeluarkan instruksi Gubernur terkait penanganan Covid 19.

"Walaupun gejala ringan, itu harus masuk ke isolasi terpusat, tidak boleh isolasi mandiri. Jadi harus isolasi terpusat, yang masuk rumah sakit hanya yang gejala sedang dan gejala berat," tegasnya.

Dia menilai bahwa tingkat kesembuhannya sekarang ini sudah semakin meningkat, sudah sesuai dengan pola kenaikan kasusnya mulai dua hari belakangan ini. Menurutnya dalam dua hingga tiga pekan grafik tambahan kasus dapat terkendali.

Sedangkan untuk tingkat kematian, dia mengakui bahwa mengalami peningkatan. Dari yang sebelumnya rata-rata 0,3 persen dari tambahan warga positi, belakangan ini rata-rata satu persen per hari.

Mereka yang meninggal tersebut dari investigasi sebagian besar belum menjalani vaksinasi, memiliki komorbid atau penyakit bawaan, serta usia lanjut.

Maka dari itu dia mengajak masyarakat lanjut usia untuk menjalani vaksinasi Covid 19.

"Bagi warga usia lanjut yang memenuhi syarat vaksin agar segera divaksin," imbuhnya.

Untuk di Bali, vaksinasi regulernya dosis pertama sudah mencapai 104%, suntik kedua sudah mencapai 94% kemudian vaksinasi untuk usia lanjut pertama sudah mencapai 84% kedua sudah mencapai 74%.

Load More