SuaraBali.id - Warga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem menjelang perayaan Imlek 1 Februari 2022 di Mataram, NTB.
Masyarakat tetap waspada ketika beraktivitas di luar rumah termasuk ketika berlalu lintas, dan yang terpenting dapat menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah di saluran atau sungai yang dapat menghambat aliran air.
"Berdasarkan pengalaman, bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga angin puting beliung menjelang perayaan Imlek setiap tahunnya berpotensi terjadi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Minggu (31/1/2022).
Nelayan juga diminta agar waspada terhadap potensi bencana ini di laut. Mereka disarankan tak melaut bila cuaca ekstrem.
Beberapa hari terakhir menurut Mahfuddin potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem menjelang perayaan Imlek sudah mulai terlihat.
Terlebih beberapa hari belakangan ini, intensitas hujan disertai angin kencang terjadi setiap hari, bahkan dari pagi hingga malam.
"Kendati demikian, Alhamdulillah kondisi Kota Mataram masih aman terkendali termasuk titik genangan, dari pantauan kami hampir tidak ada," katanya.
Kalaupun terjadi peningkatan volume air sungai di beberapa sungai yang melintasi Kota Mataram diantaranya Sungai Jangkuk, Ancar, Berenyok dan Kali Unus, peningkatannya masih normal dan belum ada yang berpotensi masuk ke permukiman penduduk.
Menurutnya Satgas Terpadu penanganan Bencana Kota Mataram, telah melakukan upaya antisipasi dimulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan normalisasi sungai dan saluran.
Selain itu dari Dinas Perkim dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bekerja sama melakukan perantingan pohon serta pengawasan terhadap pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang.
Sedangkan anggota dari BPBD, tambahnya, aktif berkeliling pada sejumlah titik potensi bencana seperti di sepanjang sembilan kilometer laut Kota Mataram, titik genangan dan aliran sungai.
"Ketika ada hal-hal yang dinilai berpotensi bencana, petugas kami segera melapor untuk ditindaklanjuti satgas terpadu penanganan bencana," demikian Mahfuddin Noor. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern