SuaraBali.id - Salah satu tarian sakral di Bali bernama Sanghyang Dedari. Tarian ini tidak dipertontonkan untuk pertunjukan dan hanya diselnggarakan untuk rangkaian upacara suci.
Biasanya, tarian ini hanya dilakukan oleh sepasang gadis cilik yang belum akil baliq. Biasanya sebelum menari ada ritual khusus untuk memohon datangnya sang dedari ke dalam badan kasar mereka.
Tarian ini diiringi suara gending sanghyang oleh kelompok paduan suara wanita dan pria. Setelah kedua gadis tersebut pingsan, tandanya roh dedari telah masuk ke dalam tubuh.
Beberapa orang pun membangunkan dan memasangkan hiasan di kepalanya. Namun dalam keadaan gadis tersebut tidak sadar dan dibawa ke tempat menari.
Di sana kedua gadis kecil itu diberdirikan di atas pundak dua orang pria yang kuat.
Dengan iringan gamelan Palegongan, kedua penari menari-nari di atas pundak si pemikul yang berjalan berkeliling pentas. Gerakan tarian yang dilakukan mirip dengan tari Legong.
Selama tarian berlangsung, mata kedua gadis itu tetap ditutup. Selanjutnya gadis tersebut terus menari.
Menari di atas bahu seseorang tanpa terjatuh, tidak mungkin dilakukan oleh gadis-gadis cilik dalam keadaan sadar, apalagi biasanya si gadis belum pernah belajar menari sebelumnya. Sungguh menakjubkan.
Tarian suci ini diadakan dalam upacara memohon keselamatan dari bencana atau wabah penyakit yang menyerang suatu desa. Tarian ini terdapat di daerah Badung, Gianyar, dan Bangli.
Sejarah awal mula tarian ini khususnya yang berasal dari desa bona, blahbatuh, gianyar diserang wabah penyakit yang diderita oleh warga, wabah yang begitu cepat dan sulit diobati,
Konon, ada beberapa anak-anak gadis bermain di seputaran pura puseh yang pada saat itu baru usai “piodalan” atau upacara agama, mereka bermain sambil bernyanyi-nyanyi lagu shanghyang.
Seorang gadis lalu menari mengikuti irama nyanyian sanghyang, tanpa sadar gadis itu kerawuhan atau kemasukan. Melihat kejadian ini wargapun memutuskan untuk nangiang atau mensakralkan tarian sanghyng dedari dengan harapan wabah penyakit hilang dan tidak kembali mewabah desa. (Sumber : Isi.dps.ac.id dan Babadbali.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
-
4 Kontak Penting Posko THR Gianyar Siap Terima Laporan Pekerja
-
Vila di Tengah Sawah Gianyar Jadi Laboratorium Narkoba Mephedrone Bule Rusia
-
Hery Gunardi Paparkan Strategi Perbankan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Langkah Cerdas Keluarga Muda: Hindari Drama Mertua dengan Rumah Impian via BRI KPR