SuaraBali.id - Gempa berkekuatan 4.6 SR mengguncang Pulau Lombok pada Selasa (25/1/2022) pukul 05.14. WITA. Gempa yang terjadi pada kedalaman 10 km guncangannya terasa cukup kuat terutama di wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram.
"Kalau gempanya pagi-pagi begini, saya jadi ingat tanggal 29 Juli 2019," ungkap Zaenul Huri, warga asal Lingsar, Kabupaten Lombok Barat kepada Suara.com pada Selasa, (25/1/2022).
Tanggal 29 Juli 2018 memang merupakan gempa yang mengawali ratusan gempa susulan yang terjadi di Lombok pada tahun 2018 silam. Gempa 6.4 SR yang juga persis terjadi di pagi hari tersebut membuat suasana di Pulau Lombok mencekam.
Dari data BNPB, rangkaian Gempa Lombok 2018 merusak 71.962 unit rumah, 671 fasilitas pendidikan rusak, 52 unit fasilitas kesehatan, 128 unit fasilitas peribadatan dan sarana infrastruktur.
Sedangkan data korban adalah 460 orang meninggal dunia, 7.733 korban luka-luka, 417.529 orang mengungsi.
Zaenul Huri menceritakan bahwa guncangan gempa yang terjadi pada Selasa pagi cukup kuat.
"Saya masih tidur mas, pertama saya dengar seperti suara gemuruh, kemudian diikuti guncangan, saya langsung lari keluar rumah," katanya.
Ia menambahkan bahwa saat terjadinya gempa, orang-orang sedang melaksanakan salat subuh di masjid.
"Ada juga orang-orang itu keluar dari masjid, saya lihat mereka lari, pas dah itu mereka mau sholat kayaknya," tandasnya.
Namun puji syukur, kata Zaenul Huri, tak ada korban jiwa yang diakibatkan gempa kali ini. Rumahnya juga masih berdiri kokoh, tak ada retakan berarti.
"Yang penting ndak ada korban jiwa aja, mudah-mudahan tidak ada gempa susulan lagi seperti 2018," katanya.
Ungkapan perasaan senada disampaikan Ziadati. Perempuan yang berdomisili di Karang Anyar Kota Mataram Ini menceritakan bahwa saat terjadi gempa Lombok pada Selasa pagi, dirinya tengah bersiap-siap untuk melaksanakan salat.
Saat hendak menuju kamar mandi, tiba-tiba kata Ziadati, jendela dan pintu rumahnya bergemuruh, diikuti guncangan gempa.
"Guncangannya sekitar 3-4 detik kayaknya dan lumayan kuat, di luar rumah juga ternyata masih banyak orang," katanya.
Selepas gempa terjadi, ia mengaku tak berani masuk rumah hingga sekitar satu jam. Menurutnya, gempa yang terjadi pagi hari biasanya diikuti gempa susulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
BRI Ajak Pemimpin Redaksi Perkuat Kolaborasi Media dan Transparansi Informasi di Bulan Ramadan
-
Stop! Badanmu Jadi Begini Jika Terbiasa Buka Puasa Makanan manis
-
4 Bencana Mengintai Jika Properti Anda Belum Bersertifikat SHM
-
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX Uji Kemampuan Halaman 190
-
BRI Dorong Dana Murah, Transaksi BRImo Tembus Rp7.076 Triliun di 2025