SuaraBali.id - Warga di Nusa Tenggara Barat (NTB) diimbau untuk tidak bepergian ke luar daerah maupun luar negeri demi mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 Omicron.
Hal ini juga dikarenakan kasus positif COVID-19 di NTB masih terjadi, bahkan penambahan kasus positif terdapat empat orang pada Kamis (20/1/2022). Untuk itu, menjelang perhelatan MotoGP Mandalika pada 18-20 Maret 2022, pemprov melakukan antisipasi.
"Hal ini untuk menjaga agar keluarga dan kerabat di rumah tidak tertular varian baru COVID-19 itu," kata Asisten III Setda Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi di Mataram, Jumat (22/1/2022).
Ada potensi virus tersebut akan banyak dibawa oleh pelaku perjalanan, utamanya pada daerah yang sudah ada pasien terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron.
"Jadi, karena NTB sebagai daerah tujuan wisata di Indonesia dan dunia. Tentunya, sikap kewaspadaan COVID-19 varian Omicron harus ditingkatkan. Apalagi, antisipasi benar-benar kita lakukan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika pada Maret ini,"katanya.
Salah satu upaya melindungi diri dari paparan COVID-19 varian Omicron menurut mantan kepala dinas Kesehatan NTB itu adalah lewat vaksinasi penguat. Hal ini karena sejak dua bulan terakhir, kasusnya per hari nol dan satu kasus.
"Lonjakan kasus yang terpapar varian Omicron ini cenderung grafiknya meningkat. Ini karena penyebarannya cukup cepat. Maka, perlu kita cepat juga melakukan antisipasi sedini mungkin," kata dokter Eka.
Ia menjelaskan tambahan kasus baru tersebut, ada beberapa orang yang merupakan pelaku perjalanan dalam negeri. Dengan adanya pelaku perjalanan yang terkonfirmasi COVID-19. Tentunya,katanya, hal itu membuat Pemprov NTB semakin waspada terutama varian Omicron.
"Kita ini dikunjungi banyak orang dari luar daerah. Untuk itu kita harus waspada. Protokol kesehatan harus betul-betul kita tegakkan. Ini yang bisa kita lakukan untuk melindungi kita," kata dia.
Ia menambahkan disiplin protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi menjadi senjata yang ampuh untuk melindungi diri dari paparan COVID-19 karena tidak mungkin NTB melarang orang luar untuk berkunjung ke daerah ini.
"Tapi, sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 varian Omicron. Semua kasus positif COVID-19 yang ditemukan dilakukan 'sequencing'," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade
-
MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern