SuaraBali.id - Pihak kepolisian di NTB melakukan proses identifikasi jaringan internasional yang berafiliasi dengan sindikat copet asal Jakarta di ajang World Superbike 2021 di Sirkuit Mandalika.
Langkah itu dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat bersamaan dengan rangkaian penyidikan kasus pencurian dari dua kelompok copet asal Jakarta yang kini telah mendekam di Ruang Tahanan Polda NTB.
"Jadi siapa saja kelompok-kelompok dari jaringan internasional-nya itu (sindikat copet), kami petakan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Hari Brata, di Mataram, Senin (3/1/2022).
Menurutnya, keterangan dari pemeriksaan dua kelompok copet beranggotakan delapan orang itu menjadi dasar polisi membuat skema dari jaringan kejahatan skala internasional tersebut.
"Jadi kegiatan ramai semacam MotoGP nanti, menjadi peluang mereka untuk beraksi. Itu yang kita antisipasi pada hari pelaksanaan dengan melakukan pemetaan. Kami petakan siapa saja kawan-kawannya," tanggapnya.
Bahkan untuk lebih mematangkan situasi keamanan, dia telah meminta anggotanya dan seluruh jajaran reserse kriminal di tingkat Polres dan Polsek agar menciptakan kondisi keamanan dengan menggalakkan pengungkapan kasus kejahatan.
"Jadi penekanannya ke kegiatan rutin kepolisian, yang normal, jadi ditingkatkan, yang biasa sehari ungkap satu, dua kasus, diminta untuk ditingkatkan, DPO-DPO itu juga, tangkap mereka. Itu yang kami tekan sampai ke bawah," kata dia.
Ia memastikan akan melakukan giat pengamanan seperti di ajang WSBK pada November 2021. Diantaranya sterilisasi kawasan dan menyebar personel berpakaian preman pada hari pelaksanaan, menjadi bagian dari antisipasi gangguan keamanan.
"Langkah yang sama seperti momentum WSBK itu yang akan kami lakukan pada hari pelaksanaan (MotoGP), sterilisasi dan sebar personel di tribun penonton," ucapnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism Lewat MotoGP Mandalika 2026
-
Desa Adat Sade Bangkit dari Abu, 40 Rumah Adat Berhasil Dibangun Ulang
-
BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan, Jaga Mandalika Tetap Bersih saat MotoGP 2026
-
BRI Perkuat Reputasi Merek, Raih Posisi Teratas dalam Brand Finance Indonesia 100 2026
-
Aksi Dramatis Evakuasi Medis Pembalap Spanyol Pakai Helikopter di MotoGP Mandalika