SuaraBali.id - Taman Nasional Bunaken merupakan taman laut yang menjadi habitat bagi sekitar 390 spesies terumbu karang serta berbagai spesies ikan, moluska, mamalia laut, dan reptil.
Taman Nasional Bunaken ini termasuk taman laut dengan biota laut terbanyak di dunia. Menariknya lagi, di tempat ini hidup beberapa spesies langka yang hanya ada di Bunaken saja.
Taman ini juga merupakan destinasi pilihan untuk melakukan aktivitas snorkeling dan diving. Ada apa saja di Taman Nasional Bunaken? Berikut ulasannya.
Taman Nasional Bunaken terletak di Pulau Bunaken yang termasuk wilayah dari Manado, Sulawesi Utara. Pulau Bunaken ini memiliki luas wilayah 89.000 hektare.
Akses menuju tempat ini, wisatawan yang berasal dari luar Kota Manado atau Pulau Sulawesi, rute pertama yang harus ditempuh adalah ke Bandara Internasional Sam Ratulangi, dan kemudian menuju ke Manado menggunakan taksi.
Setelah itu, biasanya wisatawan akan diarahkan untuk menuju ke Pelabuhan Marina Blue Banter. Kemudian menggunakan kapal menuju ke Pulau Bunaken yang memakan waktu kurang lebih 20 menit.
Sesampai di lokasi, bagi wisatawan domestik, maka akan ditarik biaya sebesar Rp5.000. Sementara untuk wisatawan luar negeri akan dikenakan karcis masuk sebesar Rp150.000.
Dan wisatawan yang ingin melakukan aktivitas snorkeling, maka diharuskan membayar biaya Rp150.000 untuk menyewa peralatan selama satu jam.
Di Taman Nasional Bunaken ini ada kurang lebih 20 spot snorkeling dan diving yang bisa digunakan sebagai tempat menyelam oleh wisatawan.
Baca Juga: TNWK Tutup, Penjual Suvenir Terpaksa Jual 2 Sapi untuk Bayar Cicilan Modal di Bank
Keunikan dari penyelaman di sini adalah jarak pandang bisa penyelam bisa mencapai kedalaman 20 meter. Artinya taman laut di Bunaken sangat jernih.
Bahkan banyak yang mengatakan bahwa, keindahan alam bunaken tidak ada yang menandingi. Bahkan, bisa dikatakan juga semua spot yang ada di dunia kalah dengan spot yang ada di Bunaken ini.
Di Taman Nasional Bunaken ini, hidup spesies langka yang hanya ada di tempat ini saja, yaitu Penyu Sisik Hawksbill. Penyu ini biasanya berputar-putar dan bermain di sekitaran terumbu karang Bunaken pada setiap harinya.
Untuk diketahui, Taman Nasional Bunaken ini juga pernah mendapat penghargaan dari Unesco sebagai situs warisan dunia.
Taman Nasional ini pertama kali diresmikan pada tahun 1975. saat itu, tempat ini hanya digunakan sebagai tempat nelayan mencari ikan dengan cara menyelam.
Namun setelah tahun 1991, Taman Nasional Bunaken mulai dikenal oleh masyarakat luas seiring diresmikannya Taman Nasional ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas X Halaman 173 Kurikulum Merdeka: Sisi Lain Kartini
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas VII Halaman 20 : Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat
-
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII Halaman 67: Salat dan Zikir
-
Bule Australia Aniaya Bule Inggris di Bandara Ngurah Rai Bali
-
7 Fakta Penangkapan Costinel Zuleam di Bali: Buronan Paling Dicari di Eropa