SuaraBali.id - Anggota Dewan Perwakilan Daerah )DPD) Made Mangku Pastika mendorong para petani di Provinsi Bali dapat lebih menekuni profesinya untuk bertani jika ingin menjadi sukses dan sejahtera.
"Masalahnya, selama ini orang Bali itu tidak mau sungguh-sungguh menjadi petani," katanya melansir dari ANTARA, Minggu (26/12/2021).
Mantan Gubernur Bali tersebut menyayangkan seringkali generasi muda Bali tertarik kuliah di fakultas pertanian, karena berharap setelah lulus kuliah bisa menjadi PNS dan bukannya benar-benar terjun ke sawah.
"Atau malah maunya jadi kadis pertanian, padahal posisi kadis itu 'kan hanya satu orang," selorohnya.
Anggota Komite 2 DPD itu pun kembali menyinggung program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) yang digagasnya saat masih menjabat Gubernur Bali sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, paling sedikit dua kali lipat.
Program Simantri yang diluncurkan pertama kali pada 2009 hingga 2018 sudah terbentuk sebanyak 800 unit Simantri yang pendanaannya dibantu oleh Pemprov Bali.
Dia mengemukakan, untuk setiap sapi dari 20 ekor sapi yang dipelihara di unit Simantri setidaknya per hari dapat memberikan nilai tambah Rp50 ribu dari hasil pengolahan kotoran dan urine sapi menjadi pupuk organik dan biourine.
"Satu ekor sapi, untuk kotorannya bisa dihasilkan hingga tiga kilogram pupuk per hari dan satu liter urine dapat dihasilkan empat liter biourine," ucap mantan Kapolda Bali itu.
Dalam kesempatan itu, Pastika juga berbincang-bincang terkait prospek budi daya lele dengan Nyoman Baskara selaku penggagas Agro Learning Center dan salah satu petani dari Peguyangan Kaja, Kota Denpasar.
Baca Juga: Ketua Hipmi Berharap KTT G20 Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Pariwisata Bali
Baskara menyampaikan di lahan seluas sekitar 30 are tersebut, selain ditanami berbagai jenis tanaman sayur dan buah-buahan, juga dilengkapi dengan kolam budidaya lele dan nila.
Sementara itu, Wagan Sugasta, peternak lele dari Peguyangan Kaja mengatakan telah 13 tahun menekuni budi daya lele.
Sugasta dapat memproduksi benih lele di kisaran 150 ribu-200 ribu ekor setiap bulannya dengan harga satu ekor benih dari Rp150-Rp300 yang dijual untuk wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, Karangasem dan Tabanan.
Selain itu, produksi lele yang untuk konsumsi, setiap bulannya dapat diproduksi hingga 1,5 ton. Namun, dalam enam bulan terakhir permintaan berkurang sehingga rata-rata produksi diturunkan menjadi 700 kilogram.
"Untuk lele yang ukurannya besar atau melebihi ukuran untuk dijual sebagai lalapan, dijual dalam bentuk lele bumbu sehingga lele dengan berbagai ukuran tetap laku. Harga perkilogramnya itu di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.500," katanya.
Pastika dalam kunjungannya ke ALC itu juga berkesempatan menebar lele dan nila serta memberikan pakan ikan ke kolam yang tersedia dan memberikan bingkisan bahan pokok kepada mahasiswa dan perwakilan UMKM binaan Agro Learning Center itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Bali Tuan Rumah Asian Games Fun Run 2026
-
Tak Perlu Bangun Dapur Baru, Kantin Sekolah di Lombok Tengah Siap Jadi Solusi Program MBG
-
Tak Disangka! Jejak AirTag Bawa Korban ke Rumah yang Penuh Helm Curian
-
Penampakan Lahan 6 Hektare Untuk PSEL Bali, Menteri LH Sebut Siap Beroperasi September 2027
-
Kasus Santri Dibakar Teman, Kejari Lombok Tengah Beri Bantuan