Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Minggu, 26 Desember 2021 | 22:03 WIB
Made Mangku Pastika saat ikut menaburkan pakan ikan ke kolam bioflok untuk pemeliharaan lele di Agro Learning Center di Denpasar. [ANTARA]

Sementara itu, Wagan Sugasta, peternak lele dari Peguyangan Kaja mengatakan telah 13 tahun menekuni budi daya lele.

Sugasta dapat memproduksi benih lele di kisaran 150 ribu-200 ribu ekor setiap bulannya dengan harga satu ekor benih dari Rp150-Rp300 yang dijual untuk wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Bangli, Karangasem dan Tabanan.

Selain itu, produksi lele yang untuk konsumsi, setiap bulannya dapat diproduksi hingga 1,5 ton. Namun, dalam enam bulan terakhir permintaan berkurang sehingga rata-rata produksi diturunkan menjadi 700 kilogram.

"Untuk lele yang ukurannya besar atau melebihi ukuran untuk dijual sebagai lalapan, dijual dalam bentuk lele bumbu sehingga lele dengan berbagai ukuran tetap laku. Harga perkilogramnya itu di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.500," katanya.

Baca Juga: Ketua Hipmi Berharap KTT G20 Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Pariwisata Bali

Pastika dalam kunjungannya ke ALC itu juga berkesempatan menebar lele dan nila serta memberikan pakan ikan ke kolam yang tersedia dan memberikan bingkisan bahan pokok kepada mahasiswa dan perwakilan UMKM binaan Agro Learning Center itu.

Sebelum mengunjungi Agro Learning Center, Pastika didampingi staf ahli Ketut Ngastawa, Nyoman Baskara dan Nyoman Wiratmaja juga berdialog dengan para anggota Subak Lungatag, Desa Penatih, Kota Denpasar.

Load More