SuaraBali.id - Pelaksanaan KTT G20 diharapkan dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat dijadikan tolok ukur bangkitnya pariwisata di Bali. Harapan tersebut disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali Pande Agus Permana Widura.
Selain itu, kata dia, rencana KTT G20 setidaknya dapat memberi kepercayaan bukan saja kepada Indonesia saja, melainkan kepada mancanegara bahwa Bali tergolong masih aman dikunjungi.
Terkait kondisi Pandemi Covid-19, di mana 80% pelaku usaha sangat tergantung dari pariwisata, kondisi tersebut tentu menjadi tantangan yang sebelumnya sama sekali tidak pernah dirasakan.
Melihat kondisi tersebut, menurutnya ke depan pihaknya akan mengambil langkah seperti mengalihkan jenis usaha dari sebelumnya misalnya dari pangsa pasar wisatawan mancanegara ke domestik.
"Ya, dengan cara mengubah usaha dari sebelumnya sedikit tidaknya dapat bergerak," katanya, seperti dilansir BeritaBali--jaringan SuaraBali.id.
Ia berharap tetap ada kunjungan tamu domestik karena hal tersebut akan membantu para pelaku usaha untuk dapat bertahan dalam menjalankan usahanya.
Diberitakan Suara.com sebelumnya, menjelang diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali, para delegasi G-20 sudah mulai mendatangi Pulau Dewata melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Bandara ini menjadi gerbang utama kedatangan para delegasi G20 masuk di Provinsi Bali.
Mendukung penuh kegiatan internasional ini, Bandara Ngurah Rai pun menyiapkan fasilitas alur khusus. Pada kedatangan para delegasi G20 tahap pertama pada 7 Desember 2021 pukul 24.00 WITA menggunakan pesawat udara Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 4180 mengangkut sebanyak 25 orang delegasi.
Adapun para delegasi tersebut berasal dari Japan, Singapore, Saudi Arabia, United States, Netherlands, Japan, Spain, Turkey, Switzerland dan Indonesia. Berdasarkan jadwal, kedatangan delegasi G20 mulai tanggal 7 - 8 Desember 2021.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Villa Murah di Bali, Lengkap dengan Alamat, Fasilitas, dan Harga
"Semua kesiapan sebelumnya telah kami koordinasikan kepada pihak-pihak terkait, sehingga kedatangan delegasi G20 malam hari ini berjalan lancar, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang ikut bersinergi membantu proses kedatangannya," ucap General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali Herry AY Sikado, Rabu (8/12/2021).
Menurutnya, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali terus berupaya melakukan kesiapan peningkatan layanan, sehingga tamu delegasi G20 dapat merasa nyaman tiba maupun berangkat.
"Untuk jadwal kepulangan delegasi G20 nantinya akan berlangsung tanggal 10 - 11 Desember 2021, ini merupakan agenda Presidensi G20 yang dilaksanakan secara bertahap dalam rentang waktu Desember 2021 hingga Oktober 2022 mendatang, berbagai kegiatan internasional akan digelar di Provinsi Bali, semoga memberikan dampak yang positif untuk sektor aviasi dan perekonomian masyarakat di Pulau Bali," tutupnya.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Villa Murah di Bali, Lengkap dengan Alamat, Fasilitas, dan Harga
-
Hubungan Makin Erat, China Siap All Out Dukung Indonesia dalam Penyelenggaraan KTT G20
-
Tol Bali Mandara Dan Mangrove Ikut Dipercantik Menjelang KTT G-20
-
Sidang UNWTO Tetapkan Indonesia Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022
-
Sekuriti Bandara Ngurah Rai Bali Terancam Kehilangan Pekerjaan Karena Tato Dan Tindik
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis