4. Taman Balai Kota Bandung
Balai Kota bukan hanya sekedar menjadi pusat pemerintahan, namun juga sebagai salah satu destinasi wisata favorit setiap orang. Di area Balai kota terdapat sebuah taman yang dibuka untuk umum. Taman Balai Kota Bandung juga menjadi taman yang paling mengesankan.
Pemrakarsa utama dari taman kota adalah Ridwan Kamil, mantan wali kota Bandung yang kini tengah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Dia menjadikan taman balai kota yang hanya berupa taman bunga, menjadi taman dengan spot yang sangat menarik dan kekinian. Dari semua spot yang ada, taman puzzle merupakan salah satu yang paling favorit.
5. Taman Hutan Raya Djuanda
Kompleks wisata alam ini merupakan destinasi wisata alam terlengkap di Indonesia. Ada berbagai macam spot alam yang terdapat di taman hutan raya Ir H Juanda. Dari berbagai macam spot alam yang ada, spot yang paling utama adalah koleksi tumbuhannya.
Di hutan raya ini dapat dijumpai ±2.500 species tumbuhan. Bahkan beberapa spesies tumbuhan yang ada tergolong ke dalam jenis tumbuhan langka.
Selain koleksi berbagai macam spesies tumbuhan, di dalam kompleks wisata ini juga tersedia hamparan kebun teh yang luas dan 3 buah air terjun. Air terjun tersebut antara lain ialah air terjun Dago, air terjun Omas dan air terjun alay.
Dalam hutan raya ini terdapat 2 buah bangunan pada masa kolonial. Bangunan tersebut hanya berupa goa Belanda dan goa Jepang. Spot sejarah lain yang dapat dijumpai di hutan raya adalah museum, monumen dan prasasti.
6. Taman Burung Gunung Masigit Kareumbi
Baca Juga: Sudah Kantongi Ciri-ciri Penabrak Dua Sejoli di Nagreg, Polresta Bandung Minta Waktu
Tempat wisata di Bandung Selatan yang satu ini merupakan satu – satunya destinasi wisata yang memiliki suasana alam sangat kental. Taman Buru Kareumbi Masigit sangat cocok bagi para pecinta alam.
Oleh sebab itu, tempat wisata alam ini dijadikan sebagai tempat utama untuk berbagai macam kegiatan alam terutama untuk pelajar, seperti pramuka.
Di area ini tersedia berbagai macam arena outbond yang sangat menyenangkan. Pengunjung juga dapat hiking maupun camping. Bagi pengunjung yang tidak berminat untuk tidur di dalam tenda dapat memanfaatkan fasilitas penginapan.
7. Kawah Putih Ciwidey
Kawah putih Ciwidey terbentuk dari sebuah fenomena alam. Di lokasi kawah tersebut pernah dijadikan sebagai tempat penambangan belerang pada masa kolonial Jepang.
Bekas dari penambangan tersebut juga masih tersisa, yaitu berupa goa Jepang. Konon goa tersebut menjadi tempat operasional penambangan belerang kala itu.
Berita Terkait
-
Beckham, Klok, dan Eliano Dipanggil Timnas Indonesia, Bojan Hodak: Mereka Layak
-
Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
-
Fakta Menarik usai Persib Bantai Persik: Maung Bandung, Paling Sering Dapat Penalti Musim Ini!
-
Persik Kediri Kalah di GBLA, Marcos Reina Torres Soroti Gol Ketiga Persib
-
BRI Super League: Kemenangan atas Persik, Jadi Modal Beckham Putra Hadapi Borneo FC
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
Terkini
-
Cek Promo Alas Kaki di Bawah Rp150 Ribu Jelang Idulfitri di Matahari
-
Promo SuperIndo: Belanja THR Gratis Minyak 2 L
-
Awas Sertifikat Tanah Anda Palsu, Begini Cara Cek Keasliannya!
-
Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas VIII Halaman 282: Progress Check 2
-
Hery Gunardi: Perbankan Indonesia Tetap Resilien, Namun Perlu Perkuat Mitigasi Risiko Global