SuaraBali.id - Ida Cokorda Pemecutan XI yaitu AA. Ngurah Manik Parasara meninggal dunia pada Rabu (22/12/2021) pukul 06.00 WITA. Hal ini pun membuat duka bagi keluarga besar Puri Pemecutan, warga Denpasar dan warga Bali pada umumnya.
Semasa hidup, sosok almarhum dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan adat dan agama. Mengemban sosok sebagai Tedung Jagat Denpasar, wacana-wacana almarhum selalu sarat akan persatuan antar umat dan antar warga Bali dengan pendatang.
Hal itu membuat Raja Denpasar ini menjadi tokoh yang dipandang, untuk urusan pemersatu umat. Kendati demikian, sang raja tak seketika jumawa.
Cok Pemecutan selalu menjelaskan bahwa saat ini negara Indonesia kini berbentuk republik. Bukan lagi kerajaan.
Dalam berbagai isu politik, sosok humoris juga kerap mengusulkan jalan tengah melalui media. Pada isu-isu konflik, almarhum tak segan bersikap tegas, kendatipun melibatkan keluarga puri.
Sosoknya juga tak bisa dipisahkan dari unsur magis. Kiblatnya dalam dunia spiritual sangat diketahui oleh sejumlah penekun spiritual, khususnya di Denpasar.
Almarhum juga gemar mengoleksi barang antik serta bertuah. Penampilannya yang hampir selalu mengenakan pakaian adat juga menjadi ciri khasnya.
Meninggal Karena Komplikasi Penyakit
Di berbagai media sosial, kabar duka ini tersebar dan dibenarkan oleh menantu pertama almarhum, Ida Bagus Wesnawa atau akrab dipanggil Gus Wes. Cok Pemecutan diketahui meninggal karena sakit.
"Beliau komplikasi, jantung, diabetes dan asam urat. Baru terdeteksi sejak Oktober lalu," katanya saat dikonfirmasi beritabali.com – jaringan Suara.com secara daring.
Adapun saat sakit nya terdeteksi, kata Gus Wes, Cokorda mengeluh dirinya 'inguh' atau kurang nyaman, bahkan sempat merasa linglung.
Mengetahui hal itu, keluarga pun merujuk Cok Pemecutan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah. Setelah menjalani perawatan intensif selama satu bulan, perawatan sekanjutnya dilakukan di rumah.
Selama menjalani perawatan di rumah, kondisi kesehatan Cokorda Pemecutan berangsur membaik. Namun tak disangka, kesehatan Cokorda melemah pada Selasa pagi, kemudian meninggal dunia.
"Soal pelebon, kami masih runding dengan keluarga mencari hari baik," ujarnya.
Berita Terkait
-
Mau Liburan Natal dan Akhir Tahun Makin Berkesan? Ini Pilihan Aktivitas Seru di Bali
-
Tiga Srikandi TelkomGroup Bagikan Perspektif Kepemimpinan Perempuan di Bali Tech Week 2026
-
Sampah Plastik Bali Tak Cukup Diatasi dengan Memilah, Ini Masalah di Balik Daur Ulang
-
Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai
-
Menikmati Nusa Penida Lebih Santai, Menginap di Vila dengan Pemandangan Laut dan Gunung Agung
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?