SuaraBali.id - Ritual sakral Wewatengan di Pura Melanting, Padanggalak, Desa Adat Kesiman, Denpasar, Bali pada Minggu (19/12/2021) petang dibubarkan prajuru adat setempat. Hal ini pun viral di media sosial.
Diketahui, ritual ini diadakan oleh paguyuban Taksu Rudra Bhairawa. Dari hasil penelusuran, ritual itu digelar untuk konsumsi publik melalui sosial media.
Pembubaran ritual ini dilakukan karena kegiatan ini tak sepengetahuan Desa Adat Kesiman.
Fenomena yang terjadi di Kota Denpasar ini disayangkan oleh Ketua PHDI Kota Denpasar Nyoman Kenak. Diwawancarai Senin (20/12/2021) di kantornya, dia menyebut tidak semua upacara Hindu bisa dipublikasikan kepada kalangan umum, karena berpotensi menjadi pergunjingan publik.
Apalagi, kata dia, kegiatan itu dilakukan hanya demi mencari popularitas di dunia maya.
"Kita harus bisa bedakan, mana sakral, mana profan. Kalau tujuannya nunas taksu, kita sembahyang saja dengan tulus, bisa," ujarnya.
Hingga kegiatan itu dibubarkan, dia menilai adanya kurang komunikasi antara paguyuban spiritual yang menggelar kegiatan dengan lingkungan sekitar, baik adat maupun dinas.
Sebab, bila terjadi sesuatu yang membuat pura itu tercemar secara spiritual, tentu akan menjadi tanggung jawab bersama, utamanya pengempon pura. Terlebih yang digelar itu merupakan aksi sakral.
"Seandainya ada tumpahan darah, lalu pura itu cemer, kan repot. Kalau ada apa-apa, misalnya ada yang terluka, siapa yang tanggungjawab?," tegasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Wakil Ketua PHDI Kota Denpasar Made Arka. Upacara sakral yang terlalu vulgar dipertontonkan justru bisa melunturkan nilai-nilai magis yang terkandung.
Menurutnya tidak boleh sembarangan orang menggelar upacara sakral tanpa alasan jelas.
"Kita berharap budaya, seni dan agama di Bali ini perlu dipertahankan, jangan sampai kesakralannya ritual luntur," ujarnya.
Upaya antisipasi degradasi tradisi ini telah dilakukan sebelumnya dengan menggelar edukasi melalui pelatihan pemangku, yang akan digelar berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul
-
Viral CCTV Ibu Kandung Aniaya Anak 4 Tahun di Kalbar, Pelaku Diduga Kabur ke Jakarta
-
Foto Jokowi Rapikan Berkas di Lantai Viral: Ajudan Sampai Mohon Maaf, Netizen Sindir Tajam
-
Dituding Larang Suporter Pasang Spanduk Karhutla, Oki Rengga Ungkap Deal-dealan yang Ditawarkan
-
Gila! 51 Orang Kena Kartu Merah dalam Satu Pertandingan Gegara Baku Pukul Massal
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia