SuaraBali.id - Bogor dikenal dengan kota hujan, karena curah hujan di kota ini tergolong cukup tinggi dibanding kota di sekitarnya. Sebagai salah satu kota yang memiliki tempat wisata populer, setiap harinya kota Bogor dikunjungi bayak wisatawan. Selain wisatanya, tempat nongkrong di Bogor juga menjadi incaran pengunjung.
Deretan tempat nongkrong di Bogor, ada yang terletak di tengah kota hingga di tengah hutan. Meskipun begitu, pemandangan dan suasana yang disajikan sangatlah mempesona. Anda dijamin akan betah berlama-lama nongkrong di sana.
Menu makanan dan minuman yang ditawarkan juga cukup terjangkau dikantong anda. Anda bisa memilih berbagai jenis makanan khas Indonesia hingga luar negeri dibeberapa tempat yang memiliki pilihan menu tersebut.
Berikut ini tempat nongkrong di Bogor yang terjangkau dan mewarakan suasana yang berbeda:
1. Pasir Angin
Tempat nongkrong di Bogor yang pertama yaitu Pasir Angin. Berada di atas bukit, tempat nongkrong yang satu ini menyuguhkan pemandangan alam yang hijau. Tak hanya itu, anda juga merasakan menyeruput kopi di tengah hutan pinus yang rindang.
Disepanjang mata memandang anda akan dimanjakan gagahnya gunung Salak dan gunung Pangrango. Terdapat Indoor Area, Terrace Area, Pine Area, Picnic Area, dan City View Area yang bisa anda pilih.
Menu yang ditawarkan sangat beragam, anda bisa memilih sesuai selera. Tentunya harga makanan dan minumannya juga cukup terjangkau. Lokasinya di Jalan Haji Sobari Raya RT02/03 Kp Babakan Sirna (Belakang Learning Center Bumi Cimb Niaga) Desa, Pasir Angin, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
2. Fores Three
Baca Juga: Prasasti Alun-alun Kota Bogor Salah Penulisan, Ternyata Penyebabnya Ini
Tempat nongkrong di Bogor selanjutnya menawarkan suasana hutan sesuai dengan naanya Fores Three. Suasana asri cafe didukung dengan adanya pepohonan pada area indoornya. Anda akan merasakan sensasi makan di tengah hutan saat berkunjug ke cafe ini.
Tepat di tengah cafe terdapat pohon sentetis berukuran besar yang dililit oleh tanaman sulur, semakin menambah kesan sejuk pada Fores Three. Bangku-bangku yang disediakan juga dihiasi oleh rumput sintetis.
Menu yang disajikan pada cafe ini sangatlah beragam. Anda bisa memilih sesuai dengan selera anda. Cafe asri ini ada di Jl. Achmad Adnawijaya, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor. Buka setiap hari mulai pukul 09.00-22.00 wib.
3. Gudang Koleksi Antique & Food Showroom
Dinamakan Gudang Koleksi Antique & Food Showroom, karena cafe ini menyimpah ratusan barang-barang antik yang dipanjang pada setiap sudut bangunan. Barang-barang seperti kursi, meja, lampu dinding, jam hingga motor kalsik ada di sana.
Di sini anda bisa bernostalgia suasana era 70-80 an. Tentunya terdapat banyak spot foto yang bisa anda gunakan untuk beswa foto. Tak hanya itu, di sini juga sering mengadakan live musik pada malam hari. Anda bisa menyumbangkan suara anda juga lho.
Tag
Berita Terkait
-
Kamuflase Bus Pekerja: Strategi PT GAN Kelabuhi Bea Cukai demi Keluarkan Barang Tanpa Izin
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Mimpi Besar 'Sang Penghibur' Terkubur Geliat Malam Gang Boker Ciracas
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Detik-detik Puting Beliung di Bogor Terbangkan Sayap Pesawat 300 Meter hingga Timpa Rumah Warga
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?