SuaraBali.id - Masyarakat Bali diminta untuk mewaspadai sebaran Covid-19 Varian Omicron yang telah masuk ke Indonesia. Sebab dikhawatirkan virus bisa mengganggu pemulihan ekonomi Bali, yang saat ini masih paling lambat di antara daerah lain di Indonesia.
Peringatan ini disampaikan oleh Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.
"Omicron sekarang sudah di 88 negara, termasuk Indonesia, sehingga ini yang harus membuat kita waspada," kata Airlangga saat hadir dalam pelantikan Pengurus DPD Golkar Provinsi Bali, Kamis (16/12/2021) di Kantor DPD Golkar Provinsi Bali, Jl. Surapati, Denpasar.
Ketua umum Golkar ini menyebut Omicron menyebar lebih cepat empat kali lipat dengan varian Delta. Namun pengalaman beberapa negara, seperti Afrika Selatan, tingkat kematian akibat Omicron lebih rendah dibanding varian Delta.
Sehingga menurutnya kehadiran Omicron akan memberi tekanan kepada rumah sakit agar wajib diperhatikan ketersediaan oksigen.
"Intinya kita jaga protokol kesehatan," ucapnya.
Dia juga menyinggung antisipasi penularan Omicron dari mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun, salah satunya Natal dan Tahun Baru 2022.
Berkaca kepada sejumlah momen sebelumnya, yakni Nataru pada Maret 2020, dan Lebaran pada Juli 2020, terjadi kenaikan kasus. Maka dia menyebut, Nataru tahun 2022 ini menjadi taruhan perbaikan ekonomi, khususnya untuk Bali.
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker 2026
-
Wali Kota Mataram Tidak Mau Memberi Ruang Kelompok LGBT
-
Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG, Ini Alasan BGN
-
BRI Perluas Layanan Digital Global, Registrasi BRImo Kini Tersedia di 15 Negara
-
Teras Kapal BRI Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM di Wilayah Kepulauan