SuaraBali.id - Lonjakan harga sejumlah komoditas pangan perlu diwaspadai kabupaten Badung menjelang Natal dan tahun baru 2021. Hal ini dikemukakan oleh kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Namun tak hanya dari kelompok pangan, namun komoditas non makanan seperti angkutan udara juga perlu diwaspadai karena akhir tahun dan permintaan tiket pesawat cenderung meningkat.
"Kami mencatat dari 2018 hingga 2021, sejumlah komoditas yang sering menyumbang inflasi akhir tahun yakni daging ayam ras, telur ayam ras dan bawang merah," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Rizki Ernandi Wimanda, di Denpasar, Rabu (15/12/2021).
Rizki menambahkan, tingkat inflasi yang terjadi di Bali sebesar 1,87 persen (yoy). Komoditas utama penyumbang inflasi sepanjang Januari sampai dengan November 2021 yakni canang sari, minyak goreng, angkatan udara, daging ayam ras dan daging babi.
Untuk menjaga stabilitas inflasi menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2022, KPwBI Bali juga telah melakukan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung pada Selasa (14/12/2021).
Rapat HLM TPID Badung dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dan Deputi KPwBI Provinsi Bali Rizki Ernandi Wimanda.
Dalam kesempatan tersebut, Rizki menyampaikan sejumlah rekomendasi langkah optimalisasi program pengendalian inflasi di Kabupaten Badung, diantaranya melakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk memenuhi kebutuhan komoditas yang defisit.
Kemudian mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (SIGAPURA) untuk mendukung informasi simetris bagi konsumen dan edukasi belanja bijak.
Terakhir dengan mendorong penggunaan teknologi di sektor pertanian, peternakan dan perikanan, baik di bagian hulu maupun hilir, serta peningkatan kualitas data, terutama stok neraca pangan pada website SIGAPURA.
Untuk mempermudah pengumpulan data secara periodik, Rizki menyarankan pemda menerbitkan aturan yang mewajibkan distributor utama untuk melaporkan posisi stoknya setiap minggu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan kestabilan harga barang kebutuhan pokok pada triwulan IV 2021 dapat terjaga, kecuali beberapa komoditas terlihat mengalami kenaikan harga seperti minyak goreng dan cabai.
Harga minyak goreng masih terpantau naik dalam beberapa minggu terakhir yang dipicu oleh naiknya harga minyak kelapa sawit mentah. Sementara itu, cabai adalah komoditas yang sangat tergantung dengan faktor cuaca sehingga harga sangat fluktuatif terutama di saat curah hujan yang cukup tinggi seperti sekarang.
Dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2022, beberapa langkah antisipatif yang akan dilakukan yaitu kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada upaya pengendalian harga, namun juga diarahkan pada upaya untuk memastikan terjaganya daya beli melalui penguatan perlindungan sosial dan dukungan pada UMKM.
Kemudian merancang dan melaksanakan Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, dan ketersediaan data informasi pangan yang akurat.
Di samping itu, meningkatkan peran UMKM dalam memperkuat rantai pasokan lokal dengan mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?